Penggunaan at least dalam Bahasa Inggris sama dengan kata “setidaknya” atau “paling tidak” dalam Bahasa Indonesia. Biasanya, frasa at least untuk menunjukkan batas minimum, misalnya “It costs at least $10” yang artinya harganya minimal segitu. Tapi nggak cuma soal angka, at least juga sering dipakai untuk memberikan sisi positif dari situasi kurang menyenangkan. Contohnya, “You failed, but at least you tried” yang artinya walaupun gagal, tetap ada usaha yang patut diapresiasi.
Frasa at least juga membantu kamu menyampaikan makna minimum sekaligus memberi nuansa optimis dalam kalimat negatif. Misalnya, saat kamu bilang “At least we still have time,” kamu sedang menekankan hal positif di tengah situasi yang mungkin nggak ideal. Penulisan yang benar adalah dua kata, yaitu “at least”, jadi jangan sampai disambung. Nah, biar makin jelas, yuk simak semua penjelasan berikut tentang penggunaan at least.
Nah, biar makin relate sama kehidupan kamu, yuk simak penjelasan lengkap beserta contoh-contohnya di bawah ini!
Topik Pembahasan
- 1. Menunjukkan Jumlah Minimum
- 2. Menunjukkan Batasan Angka
- 3. Menunjukkan Waktu atau Jarak
- 4. Menunjukkan Saran atau Permintaan
- 5. Menunjukkan Biaya atau Jumlah Uang
- 6. Menunjukkan Kondisi Minimum (Positif dalam Situasi Negatif)
- 7. Menunjukkan Hasil Minimal
- 8. Menunjukkan Target atau Tujuan
- 9. Menunjukkan Kebutuhan Pokok
- 10. Menunjukkan Batas Waktu Akhir
1. Menunjukkan Jumlah Minimum
Penggunaan “at least” sering banget muncul dalam konteks tugas sekolah atau kuliah untuk menunjukkan jumlah minimum yang harus dipenuhi. Biasanya digunakan saat dosen atau guru memberikan instruksi. Dengan frasa ini, kamu bisa memahami standar minimal yang harus dicapai. Ini penting supaya kamu tidak kurang dalam mengerjakan tugas. Yuk, simak contoh di bawah ini.
| Contoh | Terjemahan |
| You need to write at least 1,000 words for the essay. | Kamu harus menulis setidaknya 1.000 kata untuk esai. |
| Submit at least three references in your paper. | Sertakan setidaknya tiga referensi dalam makalahmu. |
| Read at least one journal article per week. | Baca setidaknya satu jurnal setiap minggu. |
| Practice at least one hour before the presentation. | Latihan setidaknya satu jam sebelum presentasi. |
| Complete at least five exercises in this module. | Selesaikan setidaknya lima latihan di modul ini. |
Dari contoh di atas, kamu bisa melihat bahwa “at least” membantu menetapkan standar minimum akademik. Pemahaman ini penting agar kamu memenuhi ekspektasi tugas. Selain itu, instruksi jadi lebih jelas dan terukur. Kamu juga bisa menggunakannya saat memberi arahan ke teman. Jadi, frasa ini sangat relevan di dunia pendidikan.
2. Menunjukkan Batasan Angka
Dalam dunia sekolah atau kerja, “at least” sering dipakai untuk menyebutkan jumlah minimum orang atau data. Ini berguna saat kamu tidak tahu angka pasti. Biasanya muncul dalam laporan atau diskusi kelompok. Yuk, lihat contohnya.
| Contoh | Terjemahan |
| At least 20 students attended the lecture. | Setidaknya 20 mahasiswa menghadiri kuliah. |
| We need at least 5 members in this group project. | Kita butuh setidaknya 5 anggota untuk proyek kelompok ini. |
| At least 10 employees joined the training. | Setidaknya 10 karyawan mengikuti pelatihan. |
| There are at least 4 topics to discuss today. | Ada setidaknya 4 topik yang harus dibahas hari ini. |
| At least 3 teams submitted their reports. | Setidaknya 3 tim mengumpulkan laporan mereka. |
Dari sini, kamu bisa memahami bahwa “at least” membantu memberikan gambaran angka secara aman. Ini penting dalam komunikasi akademik dan profesional. Selain itu, kamu tetap terdengar yakin meskipun datanya belum pasti. Penggunaan ini juga sering muncul dalam presentasi. Jadi, wajib kamu kuasai.
3. Menunjukkan Waktu atau Jarak
Dalam kegiatan akademik dan kerja, waktu sangat penting, dan “at least” membantu menunjukkan durasi minimum. Biasanya digunakan saat membahas deadline atau estimasi pengerjaan, sehingga membantu menghindari kesalahpahaman. Kamu juga bisa menggunakannya saat koordinasi dengan tim. Yuk, cek contoh berikut.
| Contoh | Terjemahan |
| It takes at least two hours to finish this assignment. | Butuh setidaknya dua jam untuk menyelesaikan tugas ini. |
| Prepare at least one day before the exam. | Persiapkan diri setidaknya satu hari sebelum ujian. |
| The meeting will last at least 30 minutes. | Rapat akan berlangsung setidaknya 30 menit. |
| You need at least a week to complete the project. | Kamu butuh setidaknya seminggu untuk menyelesaikan proyek. |
| Arrive at least 15 minutes before class starts. | Datang setidaknya 15 menit sebelum kelas dimulai. |
Melalui contoh ini, kamu bisa melihat bahwa “at least” membantu mengatur waktu dengan lebih realistis. Pemahaman ini penting agar kamu tidak terlambat atau terburu-buru. Selain itu, komunikasi jadi lebih jelas. Orang lain juga bisa menyesuaikan jadwalnya. Jadi, sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menunjukkan Saran atau Permintaan
“At least” sering digunakan dalam interaksi di sekolah atau kantor untuk memberi saran. Dengan frasa ini, kamu bisa terdengar lebih sopan dan tidak memaksa. Frasa ini penting dalam komunikasi profesional. Kamu juga bisa menggunakannya saat bekerja dalam tim. Yuk, simak contoh berikut.
| Contoh | Terjemahan |
| Please check your email at least once a day. | Tolong cek emailmu setidaknya sekali sehari. |
| Try to review your notes at least once before the exam. | Coba ulangi catatanmu setidaknya sekali sebelum ujian. |
| Attend at least one workshop this semester. | Ikuti setidaknya satu workshop semester ini. |
| Please update the report at least once a week. | Tolong perbarui laporan setidaknya sekali seminggu. |
| Practice your presentation at least twice. | Latih presentasimu setidaknya dua kali. |
Dari contoh di atas, kamu bisa melihat bahwa nada kalimat jadi lebih sopan. “At least” memberi kesan fleksibel namun tetap jelas. Penggunaan frasa ini sangat penting dalam kerja tim. Selain itu, komunikasi jadi lebih nyaman. Kamu juga tidak terdengar terlalu menuntut.
5. Menunjukkan Biaya atau Jumlah Uang
Dalam dunia akademik dan kerja, pembahasan biaya juga sering muncul. “At least” digunakan untuk menunjukkan jumlah minimum yang dibutuhkan. Ini penting untuk perencanaan kegiatan. Kamu bisa menggunakannya saat budgeting organisasi atau proyek. Yuk, lihat contoh berikut.
| Contoh | Terjemahan |
| You need at least $50 for the seminar fee. | Kamu butuh setidaknya $50 untuk biaya seminar. |
| The project requires at least $200 funding. | Proyek ini membutuhkan setidaknya $200 dana. |
| Bring at least $10 for photocopying materials. | Bawa setidaknya $10 untuk fotokopi materi. |
| Each student should contribute at least $5. | Setiap mahasiswa harus menyumbang setidaknya $5. |
| We need at least $100 for the event budget. | Kita butuh setidaknya $100 untuk anggaran acara. |
Dari sini, kamu bisa memahami pentingnya estimasi biaya minimum. “At least” membantu menghindari kekurangan dana. Selain itu, perencanaan jadi lebih matang. Ini sangat penting dalam organisasi kampus.

Baca Juga: 10+ Contoh Percakapan Agreement dan Disagreement dalam Bahasa Inggris
6. Menunjukkan Kondisi Minimum (Positif dalam Situasi Negatif)
Dalam dunia akademik, tidak semua hal berjalan sesuai rencana. “At least” membantu kamu melihat sisi positif dari situasi tersebut. Kamu bisa menggunakannya saat refleksi hasil belajar. Yuk, simak contoh berikut.
| Contoh | Terjemahan |
| At least I submitted the assignment on time. | Setidaknya saya mengumpulkan tugas tepat waktu. |
| At least we completed the group project. | Setidaknya kita menyelesaikan proyek kelompok. |
| At least I understood the main topic. | Setidaknya saya memahami topik utama. |
| At least we learned something from the presentation. | Setidaknya kita belajar sesuatu dari presentasi. |
| At least the meeting was productive. | Setidaknya rapatnya produktif. |
Melalui contoh ini, kamu bisa melihat bahwa “at least” membantu menjaga mindset positif, agar kamu tidak mudah down. Selain itu, kamu tetap bisa menghargai usaha. Ini sangat berguna dalam proses belajar.
7. Menunjukkan Hasil Minimal
“At least” juga digunakan untuk menunjukkan hasil yang tidak maksimal tapi tetap ada pencapaian. Ini sering terjadi dalam ujian atau proyek. Dengan frasa ini, kamu bisa tetap menghargai usaha. Ini penting untuk menjaga semangat belajar. Yuk, cek contoh berikut.
| Contoh | Terjemahan |
| I didn’t get an A, but at least I passed the exam. | Saya tidak mendapat A, tapi setidaknya saya lulus ujian. |
| The project wasn’t perfect, but at least we finished it. | Proyeknya tidak sempurna, tapi setidaknya selesai. |
| I didn’t understand everything, but at least I tried. | Saya tidak memahami semuanya, tapi setidaknya mencoba. |
| We didn’t win the competition, but at least we participated. | Kita tidak menang lomba, tapi setidaknya ikut serta. |
| The presentation wasn’t great, but at least it was clear. | Presentasinya tidak bagus, tapi setidaknya jelas. |
Dari sini, kamu bisa belajar bahwa hasil tetap penting untuk diapresiasi. “At least” membantu kamu melihat progres dalam proses belajar. Selain itu, kamu jadi lebih percaya diri dan mindset kamu tetap positif.
8. Menunjukkan Target atau Tujuan
“At least” sering digunakan untuk menetapkan target minimum dalam tugas atau pekerjaan. Ini membantu kamu tetap fokus. Dengan adanya batas minimal, kamu tahu apa yang harus dicapai. Ini penting dalam manajemen waktu. Yuk, lihat contoh berikut.
| Contoh | Terjemahan |
| Finish at least two chapters today. | Selesaikan setidaknya dua bab hari ini. |
| Get at least 75% on this test. | Dapatkan setidaknya 75% di tes ini. |
| Submit at least one idea in the meeting. | Sampaikan setidaknya satu ide di rapat. |
| Complete at least half of the project this week. | Selesaikan setidaknya setengah proyek minggu ini. |
| Attend at least 80% of the classes. | Hadiri setidaknya 80% kelas. |
Melalui contoh ini, kamu bisa memahami pentingnya target minimum. “At least” membantu kamu tetap realistis. Selain itu, kamu jadi lebih disiplin dalam dunia akademik.
9. Menunjukkan Kebutuhan Pokok
Dalam kehidupan sekolah atau kampus, kebutuhan dasar tetap harus diperhatikan. “At least” digunakan untuk menekankan hal minimal yang harus dilakukan untuk kesehatan dan kebiasaan belajar. Kamu bisa menggunakannya dalam saran sehari-hari.
| Contoh | Terjemahan |
| You should get at least 6 hours of sleep before exams. | Kamu harus tidur setidaknya 6 jam sebelum ujian. |
| Eat at least one proper meal during busy days. | Makan setidaknya satu kali dengan layak saat sibuk. |
| Drink at least some water during class. | Minum setidaknya sedikit air saat kelas. |
| Take at least a short break while studying. | Ambil setidaknya istirahat sebentar saat belajar. |
| Get at least some exercise every week. | Lakukan setidaknya sedikit olahraga setiap minggu. |
Dari contoh ini, kamu bisa melihat pentingnya menjaga keseimbangan. “At least” membantu menekankan kebutuhan minimum. Ini penting untuk kesehatan fisik dan mental. Selain itu, kamu jadi lebih produktif. Jadi, jangan diabaikan.
10. Menunjukkan Batas Waktu Akhir
“At least” juga digunakan untuk menunjukkan batas waktu paling akhir dalam tugas atau pekerjaan. Frasa ini sering muncul dalam instruksi dosen atau atasan. Dengan frasa ini, kamu bisa memahami deadline dengan jelas agar pekerjaan selesai tepat waktu. Yuk, simak contoh berikut.
| Contoh | Terjemahan |
| Submit your assignment by Friday, at least. | Kumpulkan tugasmu paling lambat Jumat. |
| Finish the report by tomorrow, at least. | Selesaikan laporan paling lambat besok. |
| Be in class by 8 AM, at least. | Hadir di kelas paling lambat jam 8 pagi. |
| Send the email by noon, at least. | Kirim email paling lambat siang hari. |
| Complete the task by the end of the day, at least. | Selesaikan tugas paling lambat akhir hari. |
Baca Juga: Contoh Percakapan Formal Bahasa Inggris Berdasarkan Situasi Sehari-Hari
Kalau kamu sudah memahami berbagai penggunaan at least di atas, sekarang kamu pasti lebih paham bagaimana frasa ini dipakai dalam banyak konteks. Penggunaan at least membantu kamu menyampaikan batas minimum dengan lebih jelas sekaligus tetap terdengar fleksibel. Selain itu, frasa ini juga bisa memberikan nuansa positif dalam situasi yang kurang ideal.
Buat kamu yang masih belajar bahasa inggris untuk pemula, penting banget untuk terus latihan dan memperkaya kosakata seperti ini. Nah, kalau kamu mau belajar lebih terarah, ICAN Learning Centre dari ICAN Education bisa jadi pilihan tepat. Platform ini menyediakan program belajar interaktif dan cocok untuk berbagai level, termasuk pemula. Dengan bimbingan tepat, kamu bisa lebih cepat percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris. Yuk, upgrade skill kamu sekarang bareng ILC!



