Latihan soal structure TOEFL menjadi salah satu cara terbaik untuk memahami pola tata bahasa yang sering muncul dalam ujian TOEFL. Pada bagian ini, kemampuan grammar akan diuji melalui berbagai jenis soal yang dirancang untuk mengukur pemahaman bahasa Inggris akademis. Semakin sering berlatih, semakin mudah juga mengenali pola kalimat dan menjawab soal dengan lebih cepat.
Bagian Structure terdiri dari 40 soal yang harus diselesaikan dalam waktu sekitar 25 menit. Artinya, setiap soal hanya memiliki waktu kurang dari satu menit untuk dikerjakan. Secara umum, terdapat dua tipe soal yang sering muncul, yaitu melengkapi bagian kalimat yang kosong dan menemukan kata atau frasa yang salah dalam kalimat yang digarisbawahi. Karena waktu pengerjaannya cukup terbatas, strategi dan latihan yang rutin menjadi kunci untuk mendapatkan skor TOEFL yang lebih maksimal.
Topik Pembahasan
- 1. Kuasai Pola Dasar Kalimat (Subject + Verb)
- 2. Pelajari Subject-Verb Agreement
- 3. Kenali Bentuk Noun, Verb, Adjective, dan Adverb
- 4. Hafalkan Penggunaan Tenses yang Sering Muncul
- 5. Pahami Penggunaan Clause dan Connector
- 6. Kuasai Passive Voice
- 7. Perhatikan Parallel Structure
- 8. Kenali Bentuk Gerund dan Infinitive
- 9. Pelajari Relative Clauses
- 10. Rutin Mengerjakan Latihan Soal Berwaktu
1. Kuasai Pola Dasar Kalimat (Subject + Verb)
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi saat mengerjakan TOEFL Structure adalah tidak berhasil menemukan subject dan verb utama dalam kalimat. Padahal, dua unsur ini menjadi fondasi yang menentukan apakah sebuah kalimat sudah tersusun dengan benar atau belum. Karena itu, memahami pola dasar kalimat merupakan langkah awal yang penting sebelum mempelajari materi grammar yang lebih kompleks.
Dalam latihan soal structure TOEFL, banyak pertanyaan dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam mengenali hubungan antara subject dan verb. Dengan menguasai pola ini, kamu bisa lebih cepat mengidentifikasi bagian kalimat yang hilang atau tidak sesuai. Saat mengerjakan soal, biasakan mencari subject dan verb terlebih dahulu sebelum melihat pilihan jawaban agar proses analisis menjadi lebih mudah.
Contoh:
- The students study every day.
- My brother works in Jakarta.
- The teacher explains the lesson clearly.
- A new building stands near the library.
- The researchers conduct experiments regularly.
Tips yang bisa diterapkan adalah jangan langsung fokus pada pilihan jawaban. Perhatikan terlebih dahulu apakah kalimat sudah memiliki subject dan verb yang lengkap. Strategi sederhana ini sering membantu meningkatkan ketepatan jawaban dan menghemat waktu saat mengerjakan TOEFL.
2. Pelajari Subject-Verb Agreement
Memahami hubungan antara subject dan verb menjadi salah satu kunci penting saat mengerjakan soal grammar bahasa Inggris. Banyak peserta kehilangan poin hanya karena kurang teliti melihat apakah kata kerja yang digunakan sudah sesuai dengan subjeknya. Saat mempelajari contoh soal structure TOEFL, materi Subject-Verb Agreement hampir selalu muncul dalam berbagai bentuk dan tingkat kesulitan.
Aturan ini sebenarnya cukup mudah dipahami jika sering dilatih. Semakin terbiasa mengenali subjek tunggal dan jamak, semakin cepat juga kamu menentukan jawaban yang tepat. Tidak heran jika topik ini menjadi salah satu materi wajib yang perlu dikuasai sebelum menghadapi tes TOEFL.
Contoh Kalimat yang Benar:
- She works hard every day.
- The dog barks loudly.
- My friend likes reading novels.
- The students study English.
- They play football every weekend.
Contoh Kalimat yang Salah:
- She work hard every day.
- The students studies English.
Kesalahan seperti di atas sering muncul dalam soal TOEFL karena menguji ketelitian peserta terhadap aturan dasar grammar. Saat berlatih contoh soal structure TOEFL, biasakan mengecek subjek terlebih dahulu sebelum memilih bentuk kata kerja. Cara sederhana ini bisa membantu kamu menghindari kesalahan yang sebenarnya mudah dicegah.
3. Kenali Bentuk Noun, Verb, Adjective, dan Adverb
Tidak sedikit peserta TOEFL yang terkecoh karena salah mengenali fungsi sebuah kata dalam kalimat. Padahal, memahami perbedaan antara noun, verb, adjective, dan adverb bisa membantu proses menjawab soal menjadi lebih cepat. Saat belajar structure TOEFL, materi tentang kelas kata sering muncul karena menguji kemampuan memahami susunan kalimat secara tepat.
Menariknya, satu kata dalam bahasa Inggris bisa berubah bentuk tergantung perannya di dalam kalimat. Itulah sebabnya latihan mengenali posisi dan fungsi kata sangat penting. Semakin sering belajar structure TOEFL, semakin mudah juga kamu menentukan apakah sebuah kata berfungsi sebagai kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan.
Contoh Penggunaan Kelas Kata:
- She is a very careful driver. (adjective)
- He drives carefully. (adverb)
- The company needs a new manager. (noun)
- They manage the project well. (verb)
- Her explanation was clear. (adjective)
Perhatikan letak kata yang digunakan dalam kalimat karena posisi tersebut biasanya menjadi petunjuk utama untuk menentukan kelas katanya. Strategi sederhana ini dapat membantu kamu mengurangi kesalahan saat mengerjakan soal Structure TOEFL.
4. Hafalkan Penggunaan Tenses yang Sering Muncul
Saat mengerjakan grammar bahasa Inggris, memahami penggunaan tenses bisa membuat proses menjawab soal jadi lebih mudah. Meskipun tidak membahas semua jenis tenses secara mendalam, soal structure TOEFL sering menguji kemampuan peserta dalam memilih bentuk kata kerja yang sesuai dengan waktu kejadian pada kalimat.
Salah satu cara efektif untuk menguasainya adalah dengan mengenali petunjuk waktu yang ada dalam soal. Kata seperti yesterday, now, every day, atau tomorrow biasanya menjadi sinyal penting untuk menentukan tense yang tepat. Semakin sering berlatih soal structure TOEFL, semakin cepat juga kamu menemukan pola yang sering muncul saat ujian.
Contoh Penggunaan Tenses:
- She writes reports every week. (Simple Present)
- They visited Bali last year. (Simple Past)
- I have finished my assignment. (Present Perfect)
- We are studying now. (Present Continuous)
- The meeting will begin tomorrow. (Future)
Fokuslah pada keterangan waktu sebelum memilih jawaban. Langkah sederhana ini sering membantu peserta menghindari jebakan grammar yang terlihat mudah, tetapi cukup sering muncul dalam soal TOEFL.
5. Pahami Penggunaan Clause dan Connector
Salah satu materi yang sering membuat peserta bingung adalah penggunaan clause dan connector dalam sebuah kalimat. Padahal, memahami hubungan antaride menjadi bekal penting saat mengerjakan grammar bahasa Inggris. Di berbagai latihan soal structure TOEFL, topik ini cukup sering muncul karena menguji kemampuan memahami susunan kalimat yang kompleks.
Menariknya, setiap connector memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ada yang menunjukkan sebab, waktu, syarat, hingga pertentangan. Dengan memahami pola tersebut, kamu bisa lebih cepat menentukan jawaban yang tepat saat menemukan kalimat panjang dalam latihan soal structure TOEFL maupun saat ujian sesungguhnya.
Contoh Penggunaan Clause dan Connector:
- Because it was raining, we stayed home.
- Although he was tired, he continued working.
- Since she arrived early, she got a good seat.
- When the class ended, the students left.
- If you study hard, you will succeed.
Connector yang paling sering muncul:
- because
- although
- since
- when
- if
Saat menemukan connector dalam soal, coba perhatikan hubungan antara dua klausa yang dihubungkan. Cara ini dapat membantu kamu memahami makna kalimat secara lebih cepat dan mengurangi risiko memilih jawaban yang kurang tepat.

6. Kuasai Passive Voice
Di antara berbagai materi grammar, Passive Voice termasuk topik yang cukup sering muncul dalam tes TOEFL. Bentuk kalimat ini digunakan ketika fokus utama berada pada tindakan atau hasil pekerjaan, bukan pada pelakunya. Saat mempelajari contoh soal structure TOEFL, kamu akan menemukan banyak pertanyaan yang menguji kemampuan mengenali pola Passive Voice dengan tepat.
Ciri paling mudah dari Passive Voice adalah adanya kata be yang diikuti oleh Verb 3. Pola ini sering muncul dalam berbagai bentuk tenses sehingga penting untuk dikenali sejak awal. Dengan memahami konsep tersebut, mengerjakan contoh soal structure TOEFL akan terasa lebih mudah karena kamu bisa langsung mengidentifikasi struktur kalimat yang digunakan.
Rumus Passive Voice:
- Subject + be + Verb 3
Contoh kalimat Passive Voice:
- The letter was written yesterday.
- The project is completed.
- The book was published in 2020.
- The report has been submitted.
- The road is being repaired.
Saat menemukan kata is, am, are, was, were, atau been dalam soal, coba cek kata setelahnya. Apabila diikuti Verb 3, besar kemungkinan kalimat tersebut menggunakan Passive Voice.
7. Perhatikan Parallel Structure
Tidak sedikit peserta TOEFL kehilangan poin karena kurang teliti melihat susunan kata yang sejajar dalam satu kalimat. Padahal, konsep ini cukup sering muncul dalam berbagai tipe soal grammar. Saat belajar structure TOEFL, memahami parallel structure bisa membantu kamu lebih cepat menemukan jawaban yang tepat tanpa harus membaca ulang seluruh kalimat.
Prinsipnya sederhana, yaitu setiap kata atau frasa yang berada dalam satu rangkaian harus menggunakan bentuk yang sama. Dengan sering berlatih, pola seperti ini akan lebih mudah dikenali saat mengerjakan soal. Kemampuan memahami konsep ini juga sangat membantu ketika menemukan berbagai bentuk belajar structure TOEFL yang menguji ketelitian terhadap susunan kalimat.
Contoh kalimat Parallel Structure yang benar:
- She likes reading, writing, and speaking English.
- The job requires patience, skill, and dedication.
- He enjoys swimming and jogging.
- Students should listen, take notes, and review materials.
- The company aims to expand, innovate, and compete.
Contoh yang kurang tepat:
- She likes reading, writing, and to speak English.
Pada contoh yang salah, bentuk kata tidak sejajar karena dua kata pertama menggunakan gerund (reading, writing), sedangkan bagian terakhir menggunakan infinitive (to speak). Karena itu, menjaga konsistensi bentuk kata menjadi kunci penting saat mengerjakan soal Structure TOEFL.
8. Kenali Bentuk Gerund dan Infinitive
Salah satu materi yang sering muncul dalam ujian TOEFL adalah penggunaan gerund dan infinitive setelah kata kerja tertentu. Kesalahan memilih bentuk kata bisa membuat jawaban menjadi kurang tepat. Saat mengerjakan soal structure TOEFL, penting untuk mengenali kata kerja mana yang harus diikuti bentuk -ing dan mana yang harus diikuti to + verb.
Contoh Penggunaan Gerund (-ing):
- She enjoys reading books.
- They avoid driving at night.
- He finished writing the report.
- We discussed moving to another city.
- She suggested studying together.
Contoh Penggunaan Infinitive (to + Verb):
- He wants to study abroad.
- They decided to leave early.
- She plans to apply next year.
- We hope to succeed.
- I need to finish this task.
Pola ini sebenarnya cukup mudah dipelajari jika sering berlatih. Semakin sering menemukan contoh penggunaan dalam kalimat, semakin cepat kamu mengenali jawabannya saat ujian. Penguasaan materi ini juga membantu meningkatkan akurasi ketika menghadapi soal structure TOEFL yang berkaitan dengan grammar dan susunan kalimat.
9. Pelajari Relative Clauses
Saat mengerjakan soal grammar, sering kali ada kalimat yang memiliki informasi tambahan untuk menjelaskan seseorang atau suatu benda. Bagian inilah yang disebut relative clause. Dalam latihan soal structure TOEFL, materi ini cukup sering keluar karena menguji kemampuan memahami hubungan antar bagian kalimat dengan tepat.
Contoh Penggunaan Relative Clauses:
- The student who won the competition received a scholarship.
- The book that I borrowed is interesting.
- The professor who teaches biology is famous.
- The car which was stolen has been found.
- The woman whom we met yesterday is a doctor.
Tips Singkat:
- Who digunakan untuk menjelaskan orang.
- Whom digunakan untuk orang sebagai objek.
- Which digunakan untuk benda atau hewan.
- That bisa digunakan untuk orang maupun benda dalam banyak situasi.
Bukan cuma soal menghafal kata seperti who, whom, which, atau that, tetapi juga memahami fungsi masing-masing dalam kalimat. Semakin terbiasa menemukan pola ini saat latihan soal structure TOEFL, semakin mudah kamu menentukan jawaban yang benar tanpa harus menebak-nebak.
10. Rutin Mengerjakan Latihan Soal Berwaktu
Kecepatan menjadi salah satu faktor penting saat mengerjakan bagian Structure dalam TOEFL. Bukan hanya memahami materi grammar, kamu juga perlu terbiasa menjawab soal dalam waktu terbatas. Karena itu, mengerjakan latihan secara rutin bisa membantu meningkatkan ketelitian sekaligus mempercepat proses berpikir saat menghadapi berbagai contoh soal structure TOEFL.
Contoh Strategi Latihan Harian:
- Hari 1: Subject-Verb Agreement (20 soal)
- Hari 2: Tenses (20 soal)
- Hari 3: Clauses dan Connectors (20 soal)
- Hari 4: Passive Voice (20 soal)
- Hari 5: Simulasi TOEFL Structure (40 soal)
Contoh Soal:
- The students _____ in the library every afternoon.
- A. studies
- B. studying
- C. study
- D. studied
Jawaban: C. study
Pembahasan Singkat:
- Subjek students berbentuk jamak.
- Pada Simple Present Tense, subjek jamak menggunakan bentuk verb dasar tanpa akhiran -s.
- Karena itu, pilihan yang paling tepat adalah study.
Latihan yang dilakukan secara bertahap seringkali memberikan hasil yang lebih maksimal dibanding belajar sekaligus dalam jumlah besar. Coba fokus pada satu topik setiap hari, lalu lanjutkan dengan simulasi penuh di akhir pekan. Dengan cara ini, pola-pola yang sering muncul dalam contoh soal structure TOEFL akan lebih mudah dikenali dan diingat.
Baca Juga: 7 Strategi Efektif Menguasai Kumpulan Vocab yang Sering Muncul dalam TOEFL
Menguasai latihan soal structure TOEFL bukan hanya tentang menghafal aturan grammar, tetapi juga membangun kecepatan dan ketelitian dalam memahami pola kalimat bahasa Inggris. Semakin sering berlatih, semakin mudah kamu mengenali bentuk subject-verb agreement, tenses, clauses, passive voice, hingga relative clauses yang sering muncul dalam ujian TOEFL. Bekal ini tentu akan sangat membantu untuk mendapatkan skor TOEFL yang lebih baik, terutama bagi kamu yang memiliki rencana melanjutkan studi ke luar negeri.
Saat target kuliah di luar negeri sudah semakin dekat, proses persiapannya juga perlu dilakukan dengan matang. Supaya perjalanan studi menjadi lebih mudah dan terarah, kamu bisa berkonsultasi bersama ICAN Education. Sebagai agen pendidikan luar negeri profesional, ICAN Education siap membantu mulai dari konsultasi jurusan dan negara tujuan, proses pendaftaran universitas, persiapan dokumen, pengurusan visa pelajar, pencarian akomodasi, pengurusan beasiswa, hingga berbagai layanan pendukung lainnya. Dengan jaringan mitra universitas di Singapura, Malaysia, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, New Zealand, dan banyak negara lainnya, kamu bisa mendapatkan pendampingan lengkap sesuai kebutuhan studi.
Agar persiapan bahasa Inggris semakin maksimal, manfaatkan juga program dari ICAN Learning Centre (ILC), mitra belajar bahasa Inggris dari ICAN Education. Tersedia berbagai pilihan kelas yang dapat disesuaikan dengan target belajar, mulai dari Kursus Online, Kursus Offline, hingga Kelas Khusus Perusahaan. Program yang tersedia meliputi IELTS, General English, TOEFL IBT, TOEFL ITP, Conversation English, SAT Preparation, Corporate English, dan TOEIC. Yuk, mulai persiapkan kemampuan bahasa Inggris dari sekarang bersama ICAN Learning Center dan tingkatkan peluang mendapatkan skor TOEFL yang dibutuhkan untuk mewujudkan impian kuliah di luar negeri!



