Cara dapat sertifikat IELTS perlu kamu pahami sejak awal jika ingin melanjutkan studi ke luar negeri, mendaftar beasiswa, atau berkarier di perusahaan internasional. Sertifikat ini menjadi bukti resmi kemampuan berbahasa Inggris yang diakui ribuan universitas, institusi pendidikan, hingga perusahaan di berbagai negara. Karena masa berlaku dan pengakuannya luas, memahami proses mendapatkannya akan membantu kamu mempersiapkan diri dengan lebih matang sebelum mengikuti tes.
Untuk memperoleh sertifikat IELTS, kamu harus mendaftar dan mengikuti tes resmi yang diselenggarakan oleh lembaga seperti IDP, British Council, atau IALF. Kamu harus memilih jenis tes Academic atau General dan menentukan format ujian berbasis komputer atau kertas. Untuk biaya registrasi, kamu harus mengeluarkan dana sekitar Rp3,49 juta. Supaya prosesnya lebih jelas dan kamu tidak melewatkan tahapan penting, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Topik Pembahasan
- 1. Kenali Format Tes IELTS
- 2. Identifikasi Kemampuan Bahasa Inggris dan Tentukan Target Skor
- 3. Persiapkan Diri Secara Maksimal Sebelum Mendaftar Tes
- 4. Daftar Tes IELTS Melalui Lembaga Resmi
- 5. Ikuti Tes IELTS dengan Tenang dan Fokus
- 6. Tunggu Proses Penilaian hingga Sertifikat Diterbitkan
- 7. Gunakan Sertifikat IELTS Sesuai Tujuan
1. Kenali Format Tes IELTS
Sebelum mengejar sertifikat IELTS, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memahami format ujiannya. Tes IELTS terdiri dari empat bagian utama, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris secara menyeluruh. Masing-masing bagian memiliki durasi, tipe soal, dan strategi pengerjaan berbeda. Dengan mengenali strukturnya sejak awal, kamu bisa menyusun rencana belajar lebih efektif.
Misalnya, pada bagian Listening kamu akan mendengarkan berbagai aksen bahasa Inggris, seperti British, Australian, hingga American English. Reading menguji kemampuan memahami berbagai jenis bacaan, sedangkan Writing menilai kemampuan menyampaikan ide secara tertulis sesuai ketentuan jumlah kata. Speaking dilakukan melalui wawancara langsung dengan penguji sehingga membutuhkan rasa percaya diri dan kelancaran berbicara.
2. Identifikasi Kemampuan Bahasa Inggris dan Tentukan Target Skor
Setelah memahami format tes, saatnya mengevaluasi kemampuan bahasa Inggris yang kamu miliki. Cobalah mengerjakan soal-soal latihan dengan batas waktu seperti kondisi ujian resmi. Cara ini membantu kamu mengetahui bagian mana yang sudah dikuasai dan aspek apa saja yang masih perlu ditingkatkan. Hasil evaluasi juga membuat proses belajar menjadi lebih terarah.
Selain itu, tentukan target skor IELTS sesuai kebutuhanmu. Setiap universitas, program beasiswa, atau perusahaan biasanya memiliki persyaratan band score berbeda. Ada yang cukup dengan skor 6.0 hingga 6.5, sementara institusi bergengsi sering kali meminta skor 7.0 atau lebih tinggi. Dengan memiliki target jelas, kamu akan lebih termotivasi menyusun strategi belajar dan fokus pada peningkatan kemampuan.
3. Persiapkan Diri Secara Maksimal Sebelum Mendaftar Tes
Jangan terburu-buru mendaftar tes jika persiapanmu belum matang. Gunakan waktu untuk memperbanyak latihan Listening, membaca artikel berbahasa Inggris, menulis esai, dan berlatih berbicara setiap hari. Konsistensi dalam belajar jauh lebih efektif dibandingkan belajar secara intens hanya beberapa hari sebelum ujian. Semakin sering berlatih, semakin percaya diri kamu saat menghadapi setiap sesi tes.
Kalau merasa kesulitan belajar sendiri, kamu juga bisa mengikuti kelas persiapan IELTS atau meminta bimbingan tutor profesional. Tutor membantu memberikan evaluasi terhadap hasil latihan sekaligus menunjukkan kesalahan yang mungkin tidak kamu sadari. Langkah ini membuat proses pendaftaran terasa lebih terencanakan, karena kemampuanmu sudah teruji melalui berbagai simulasi.
4. Daftar Tes IELTS Melalui Lembaga Resmi
Ketika kemampuanmu sudah cukup siap, langkah berikutnya adalah mendaftar tes IELTS melalui penyelenggara resmi. Kamu dapat memilih lembaga seperti IDP Education, British Council, IALF, atau penyedia resmi lainnya di Indonesia. Proses pendaftaran dilakukan secara online, sehingga lebih praktis dan mudah diakses dari mana saja. Pastikan kamu memilih jadwal serta lokasi tes sesuai rencana belajarmu.
Sebelum menyelesaikan proses registrasi, siapkan dokumen identitas seperti KTP atau paspor yang masih berlaku. Kamu juga perlu menentukan jenis tes, apakah IELTS Academic atau General Training, serta memilih format ujian berbasis komputer atau kertas. Setelah itu, lakukan pembayaran biaya tes berkisar antara Rp2,9 juta hingga Rp3,3 juta, tergantung penyelenggara dan lokasi tes.

Baca juga : Panduan Mengerjakan Soal IELTS Reading
5. Ikuti Tes IELTS dengan Tenang dan Fokus
Pastikan kamu datang lebih awal ke lokasi ujian dengan membawa dokumen identitas yang digunakan saat registrasi, seperti KTP atau paspor. Datang tepat waktu akan membuatmu lebih rileks karena masih memiliki kesempatan untuk memahami alur pelaksanaan tes sebelum dimulai.
Selama tes berlangsung, kamu akan menyelesaikan empat bagian, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Kerjakan setiap soal sesuai instruksi dan manfaatkan waktu yang tersedia sebaik mungkin. Hindari terburu-buru atau terlalu lama terpaku pada satu soal agar performamu tetap optimal hingga tes selesai.
6. Tunggu Proses Penilaian hingga Sertifikat Diterbitkan
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian tes, jawabanmu akan dinilai penguji untuk menentukan skor IELTS. Nilai yang diberikan menggunakan skala band 0 hingga 9 mencerminkan kemampuanmu pada setiap komponen tes. Selain skor per bagian, kamu juga akan memperoleh nilai keseluruhan yang menjadi acuan universitas, perusahaan, maupun lembaga pemberi beasiswa.
Jika mengikuti tes berbasis komputer, hasil biasanya tersedia sekitar satu hingga dua hari setelah ujian selesai. Untuk tes berbasis kertas, perlu menunggu sekitar 13 hari hingga hasil diumumkan. Setelah hasil keluar, kamu akan menerima Test Report Form (TRF) atau sertifikat IELTS berisi identitas peserta beserta rincian skor. Apabila berhalangan mengambil sertifikat secara langsung, beberapa penyelenggara juga menyediakan layanan pengiriman ke alamat peserta dengan biaya tambahan.
7. Gunakan Sertifikat IELTS Sesuai Tujuan
Setelah mendapatkan sertifikat IELTS tersebut, kamu bisa menggunakannya untuk berbagai kebutuhan akademik maupun profesional. Banyak universitas luar negeri menjadikan sertifikat ini sebagai salah satu syarat utama penerimaan mahasiswa internasional. Berbagai program beasiswa dan proses pengajuan visa juga sering meminta skor IELTS sebagai bukti kemampuan berbahasa Inggris.
Sertifikat IELTS juga berguna saat melamar pekerjaan di perusahaan multinasional atau organisasi internasional. Kamu dapat meminta penyelenggara tes mengirimkan salinan hasil IELTS langsung ke universitas atau institusi tujuan apabila diperlukan. Layanan tersebut biasanya tersedia dengan biaya tambahan dan memudahkan proses administrasi tanpa perlu mengirim dokumen sendiri.
Baca Juga: Contoh Soal Writing IELTS yang Sering Muncul & Strategi Belajarnya
Cara dapat sertifikat IELTS sebenarnya bukan sekedar mendaftar dan mengikuti ujian, tetapi juga membutuhkan persiapan matang. Mulai dari memahami format tes, mengevaluasi kemampuan bahasa Inggris, menentukan target skor, hingga rutin berlatih menjadi langkah penting agar hasil sesuai harapan. Setelah siap, kamu bisa mendaftar melalui penyelenggara resmi, mengikuti tes sesuai jadwal, lalu menunggu hasil dan sertifikat diterbitkan.
Mau proses persiapan terasa lebih terarah? Mengikuti les IELTS terbaik di IELTS Preparation Class ICAN Learning Centre (ILC) jadi pilihan tepat. Kamu akan mendapatkan bimbingan dari pengajar berpengalaman, memperoleh materi sesuai format tes terbaru, serta berlatih mengerjakan soal melalui simulasi ujian. Kamu juga akan memperoleh evaluasi dan masukan yang membantu meningkatkan kemampuan pada setiap komponen IELTS. Yuk, bergabung dengan IELTS Preparation Class ICAN Learning Centre dan persiapkan diri meraih skor IELTS terbaik!



