Kalau kamu sedang belajar Simple Present Tense, penting banget paham bagaimana cara bikin contoh pertanyaan menggunakan does dengan benar. Biasanya, “does” dipakai subjek orang ketiga tunggal seperti he, she, it, atau nama orang. Polanya simpel: Does + subject + verb 1. Misalnya, “Does she like coffee?” atau “Does John play football every weekend?”
Kata kerja tetap dalam bentuk dasar (tanpa tambahan -s/-es), karena “does” sudah menunjukkan bahwa subjeknya tunggal. Kalimat “Does she likes coffee?” jelas keliru. Kamu bisa pakai “does” untuk tanya kebiasaan, rutinitas, atau fakta umum, seperti “Does your brother work here?” atau “Does this phone support 5G?”
Topik Pembahasan
Pertanyaan Does dalam Bahasa Inggris dan Jawabannya
Memahami pertanyaan menggunakan does dan jawabannya berguna, agar kamu bisa komunikasi dengan lebih lancar. Dengan memahami konsep ini, kamu bisa bikin pertanyaan yang tepat sekaligus menjawabnya dengan benar. Selain itu, memahami penggunaan “does” juga bikin kamu lebih percaya diri saat ngobrol atau nanya sesuatu dalam bahasa Inggris.
Kamu nggak cuma tahu cara bikin pertanyaan, tapi juga ngerti cara menjawabnya secara natural. Kuncinya adalah latihan terus dan memahami pola kalimatnya. Yuk, kita bahas satu per satu biar makin paham!
Contoh Pertanyaan Does dengan Subjek “She”
Saat kamu menggunakan subjek “she”, kata kerja tetap dalam bentuk dasar karena sudah dibantu oleh “does”. Hal ini penting supaya kalimat kamu tetap sesuai aturan grammar. Biasanya, kamu akan pakai bentuk ini untuk nanya kebiasaan, aktivitas, atau fakta tentang seseorang perempuan. Semakin sering kamu latihan, semakin kamu bisa bikin kalimat tanpa berpikir lama.
| Pertanyaan | Jawaban |
| Does she read books before bed? | Yes, she does. |
| Does she cook dinner every day? | No, she doesn’t. |
| Does she enjoy watching dramas? | Yes, she does. |
| Does she wake up early? | Yes, she does. |
| Does she drink tea in the morning? | No, she doesn’t. |
| Does she play badminton on weekends? | Yes, she does. |
| Does she use social media a lot? | Yes, she does. |
| Does she visit her parents often? | No, she doesn’t. |
| Does she study English every day? | Yes, she does. |
| Does she listen to music while working? | Yes, she does. |
Kamu juga bisa variasikan pertanyaan biar nggak monoton. Misalnya, kamu bisa tanya soal hobi, pekerjaan, atau rutinitas harian. Dengan memahami pola ini, kamu nggak akan lagi salah menambahkan -s di kata kerja. Intinya, tetap gunakan verb 1 setelah “does” supaya kalimat kamu tetap benar.
Contoh Pertanyaan Does dengan Subjek “He”
Untuk subjek “he”, aturan yang dipakai sebenarnya sama dengan “she”. Kamu tetap menggunakan “does” di awal kalimat dan diikuti oleh kata kerja bentuk dasar. Pertanyaan ini sering dipakai untuk menanyakan aktivitas sehari-hari atau kebiasaan seseorang laki-laki. Dengan pola yang konsisten, kamu jadi lebih mudah mengingatnya.
| Pertanyaan | Jawaban |
| Does he work on weekends? | No, he doesn’t. |
| Does he play guitar? | Yes, he does. |
| Does he watch movies at night? | Yes, he does. |
| Does he run every morning? | No, he doesn’t. |
| Does he like spicy food? | Yes, he does. |
| Does he read the news daily? | Yes, he does. |
| Does he travel often? | No, he doesn’t. |
| Does he study hard for exams? | Yes, he does. |
| Does he drink coffee every day? | Yes, he does. |
| Does he help his friends? | Yes, he does. |
Kalau kamu sudah paham, kamu bisa mulai eksplor pertanyaan lain yang lebih kompleks. Misalnya menambahkan keterangan waktu atau tempat. Cara ini akan bikin kemampuan bahasa Inggris kamu naik level. Yang penting, jangan lupa tetap pakai verb 1 setelah “does”.

Contoh Pertanyaan Does dengan Subjek “It”
Subjek “it” biasanya dipakai untuk benda, hewan, atau situasi. Meskipun bukan manusia, aturan penggunaan “does” tetap sama. Kamu tetap menggunakan kata kerja bentuk dasar setelah “does”. Cara ini sering digunakan untuk menanyakan kondisi atau fungsi suatu benda.
| Pertanyaan | Jawaban |
| Does it charge quickly? | Yes, it does. |
| Does it have a long battery life? | Yes, it does. |
| Does it make a loud sound? | No, it doesn’t. |
| Does it work without internet? | No, it doesn’t. |
| Does it open smoothly? | Yes, it does. |
| Does it cost a lot? | No, it doesn’t. |
| Does it need maintenance? | Yes, it does. |
| Does it break easily? | No, it doesn’t. |
| Does it support multiple users? | Yes, it does. |
| Does it run fast? | Yes, it does. |
Dengan memahami penggunaan “it”, kamu bisa lebih fleksibel dalam membuat pertanyaan. Nggak cuma soal orang, tapi juga benda di sekitar kamu. Kemampuan ini penting banget terutama kalau kamu lagi belajar percakapan sehari-hari. Jadi, kamu bisa lebih ekspresif dan komunikatif.
Contoh Pertanyaan Does dengan Kata Tanya (Wh- Questions)
Selain pertanyaan yes/no, kamu juga bisa pakai “does” setelah kata tanya seperti what, where, dan when. Polanya sedikit berbeda karena kata tanya diletakkan di awal kalimat. Tapi, setelah itu tetap diikuti oleh “does”, subjek, dan verb 1. Ini sering dipakai untuk menggali informasi lebih detail.
| Pertanyaan | Jawaban |
| Where does she work? | She works in an office. |
| What does he do after school? | He plays football. |
| When does the meeting start? | It starts at 9 a.m. |
| Why does she study so hard? | Because she wants to succeed. |
| How does he go to campus? | He goes by bus. |
| Where does the teacher live? | She lives near the school. |
| What does she usually wear? | She wears casual clothes. |
| When does the store open? | It opens at 8 a.m. |
| Why does he wake up early? | Because he exercises. |
| How does the machine work? | It works automatically. |
Dengan Wh- questions, kamu bisa membuat percakapan jadi lebih hidup dan nggak cuma jawab yes atau no. Pemahaman ini juga membantu kamu memahami konteks lebih dalam saat ngobrol. Semakin sering kamu pakai, semakin natural juga cara kamu berbicara. Jadi, jangan ragu buat terus latihan dan eksplor berbagai jenis pertanyaan.
Baca Juga:
Perbedaan Penggunaan Kata Do dan Does
Fungsi Utama “Does” dalam Kalimat Tanya
Dalam kalimat tanya (interogatif), fungsi utama “does” adalah sebagai kata kerja bantu (auxiliary verb) untuk subjek orang ketiga tunggal (he, she, it) atau nama orang/benda tunggal. Penggunaan ini penting karena membantu mengubah kalimat pernyataan menjadi pertanyaan dalam Simple Present Tense. Tanpa “does”, struktur kalimat tanya jadi tidak lengkap dan terdengar kurang tepat secara grammar.
Kalau kamu salah pakai atau nggak pakai “does” saat dibutuhkan, kalimat bisa jadi membingungkan atau bahkan salah secara grammar. Selain itu, ini juga berpengaruh ke cara orang lain memahami maksud pertanyaan kamu. Nah, biar lebih jelas, berikut adalah apa saja fungsi utama penggunaan “does” pada kalimat tanya:
Sebagai Pendamping Subjek Tunggal
“Does” digunakan khusus untuk subjek orang ketiga tunggal seperti he, she, it, atau nama orang. Dalam Bahasa Inggris, nggak semua subjek pakai “does”. Kalau kamu salah pilih auxiliary verb, kalimat kamu bisa terdengar aneh atau bahkan salah secara grammar. Jadi, pastikan kamu selalu cek subjek sebelum pakai “does”. Perhatikan contoh berikut:
“Does Rina enjoy reading novels?”
“Does the baby sleep well at night?”
Kedua contoh ini menunjukkan penggunaan “does” untuk subjek tunggal. Dengan memahami pola ini, kamu jadi lebih percaya diri dalam menyusun kalimat. Kenali dulu subjeknya sebelum bikin pertanyaan supaya kamu bisa menggunakan “does” dengan benar.
Sebagai Penanda Simple Present Tense
Fungsi lain dari “does” adalah sebagai penanda bahwa kalimat tersebut menggunakan Simple Present Tense. Biasanya, tense ini dipakai untuk menyatakan kebiasaan, rutinitas, atau fakta umum. Jadi, kalau kamu lagi nanya hal yang sifatnya rutin atau umum, “does” adalah pilihan yang tepat. Berikut contohnya:
“Does he take the bus every morning?”
“Does your sister drink coffee daily?”
Kedua kalimat ini menunjukkan aktivitas yang terjadi secara rutin. Dengan memahami fungsi tersebut, kamu bisa lebih tepat dalam memilih tense saat berbicara, sehingga bisa sesuai konteks.
Sebagai Penetral Kata Kerja Utama
Salah satu aturan penting yang sering dilupakan adalah kata kerja utama harus kembali ke bentuk dasar setelah “does”. Kata “does” sudah menjadi penanda untuk subjek tunggal. Jadi, kamu nggak perlu lagi menambahkan -s atau -es pada kata kerja utama. Perhatikan contoh berikut:
“Does she likes chocolate?”
“Does she like chocolate?”
Manakah contoh yang benar? Contoh kedua adalah pertanyaan does dalam Bahasa Inggris yang benar dan sesuai aturan. Walaupun kelihatan sepele, tapi sering banget jadi kesalahan umum bagi pemula dalam belajar Bahasa Inggris. Jadi, pastikan kamu selalu ingat: setelah “does”, pakai verb 1 ya!
Baca Juga: Apa Perbedaan Don’t dan Doesn’t? Ini Penjelasan Mudah dan Penggunaannya
Kalau kamu sudah baca semua pembahasan di atas, sekarang pasti lebih paham bagaimana cara membuat contoh pertanyaan menggunakan does dengan benar. Mulai dari penggunaan untuk subjek she, he, dan it, sampai ke Wh- questions, semuanya punya pola yang sama yaitu Does + subject + verb 1. Kamu juga jadi tahu kalau kata kerja harus tetap dalam bentuk dasar tanpa tambahan -s atau -es. Dengan memahami ini, kamu nggak cuma bisa bikin pertanyaan yang tepat.
Buat kamu yang masih belajar Bahasa Inggris pemula, nggak perlu khawatir kalau masih sering bingung atau salah. Justru ini proses yang wajar, dan kamu bisa berkembang lebih cepat kalau belajar di tempat yang tepat. Di ICAN Learning Centre (ILC), kamu bisa mulai dari nol dengan materi interaktif dan mudah dipahami. Kamu juga bisa pilih kelas untuk akademik, karier, atau meningkatkan skill komunikasi. Yuk, belajar bareng di ICAN Learning Center yang lingkungan belajarnya suportif!



