memahami penggunaan dont dan doesnt

Ketahui Perbedaan Penggunaan Don’t dan Doesn’t yang Benar dalam Bahasa Inggris

Beranda / Belajar Bahasa Inggris / Ketahui Perbedaan Penggunaan Don’t dan Doesn’t yang Benar dalam Bahasa Inggris

Dalam mempelajari grammar bahasa Inggris, memahami perbedaan antara “don’t” dan “doesn’t” adalah hal mendasar yang tidak boleh kamu abaikan. Kedua bentuk ini digunakan untuk membuat kalimat negatif dalam simple present tense, namun penggunaannya bergantung pada subjek kalimat. 

Banyak pelajar bahasa Inggris yang masih keliru dalam membedakan keduanya, sehingga menyebabkan kesalahan dalam penyusunan kalimat. Dengan mengetahui perbedaan “don’t” dan “doesn’t”, kamu akan lebih percaya diri saat berbicara maupun menulis dalam bahasa Inggris secara benar dan sesuai aturan.

Perbedaan penggunaan don’t dan doesn’t sering membuat banyak orang bingung saat belajar bahasa Inggris. Padahal, kedua kata ini sama-sama berfungsi sebagai kata kerja bantu (auxiliary verb) untuk membentuk kalimat negatif dalam simple present tense. Yang membedakan adalah subjek yang digunakan, sehingga pemilihannya harus tepat agar kalimat tetap sesuai dengan kaidah tata bahasa.

Memahami kapan menggunakan don’t dan doesn’t akan membuat kemampuan berbahasa Inggris kamu semakin baik, baik saat berbicara maupun menulis. Setelah mengetahui aturan dasarnya, kamu bisa menyusun kalimat negatif dengan lebih percaya diri tanpa khawatir salah menggunakan bentuk kata kerja bantu.

Apa Itu Don’t?

Don’t merupakan bentuk singkat dari do not yang digunakan sebagai kata kerja bantu untuk membuat kalimat negatif dalam bahasa Inggris. Saat mempelajari perbedaan penggunaan don’t dan doesn’t, kamu akan menemukan bahwa don’t dipakai bersama subjek I, You, We, dan They. Setelah don’t, kata kerja tetap menggunakan verb 1 tanpa tambahan akhiran sehingga susunan kalimat tetap sederhana dan mudah dipahami.

Dalam komunikasi sehari-hari, don’t jauh lebih populer dibandingkan do not karena terdengar lebih santai dan natural. Sementara itu, bentuk do not biasanya muncul pada situasi yang lebih formal, seperti dokumen resmi atau tulisan akademik. Memahami perbedaan penggunaan don’t dan doesn’t akan membantu kamu memilih bentuk yang tepat sesuai konteks percakapan.

Kapan Don’t Digunakan?

Don’t digunakan untuk membuat kalimat negatif dalam Simple Present Tense. Polanya adalah Subject + don’t + Verb 1 + Object, misalnya I don’t like spicy food atau They don’t study on Sundays. Meskipun kalimatnya negatif, kata kerja tetap memakai bentuk dasar tanpa perubahan.

Selain itu, don’t juga sering dipakai untuk menunjukkan kebiasaan yang tidak dilakukan. Contohnya seperti I don’t drink coffee atau We don’t eat fast food very often. Dengan memahami perbedaan penggunaan don’t dan doesn’t, kamu bisa lebih mudah membedakan kapan harus menggunakan don’t dan kapan harus beralih ke doesn’t.

Don’t untuk Larangan dan Menyampaikan Pendapat

Fungsi don’t tidak hanya terbatas pada kalimat negatif. Kata ini juga sering digunakan untuk memberikan larangan atau instruksi, misalnya Don’t touch the machine, Don’t forget your passport, atau Don’t be late for class. Dalam bentuk ini, subjek tidak perlu ditulis karena lawan bicara sudah dipahami sebagai penerima perintah.

Di sisi lain, don’t juga umum digunakan untuk mengungkapkan pendapat atau keyakinan. Contohnya seperti I don’t think that’s a good idea atau They don’t agree with the decision. Pola ini sangat sering muncul dalam percakapan sehari-hari sehingga penting dipahami sejak awal.

Subjek yang Menggunakan Don’t

Penggunaan don’t hanya berlaku untuk subjek I, You, We, They, serta kata benda jamak seperti students atau my parents. Contohnya adalah Students don’t have class today dan My parents don’t live in London. Setelah don’t, kata kerja selalu menggunakan verb 1 tanpa tambahan -s maupun -es.

Sebaliknya, subjek He, She, dan It tidak menggunakan don’t, melainkan doesn’t. Contohnya She doesn’t like tea dan He doesn’t work on weekends. Inilah salah satu poin penting dalam perbedaan penggunaan don’t dan doesn’t yang wajib kamu pahami agar kalimat bahasa Inggris terdengar lebih benar.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Don’t

Masih banyak orang yang menambahkan akhiran -s atau -es setelah don’t. Padahal, bentuk yang benar adalah I don’t like coffee, bukan I don’t likes coffee. Begitu juga dengan They don’t go to school, bukan They don’t goes to school. Kesalahan seperti ini cukup sering terjadi, terutama bagi pemula.

Kesalahan lain yang juga perlu dihindari adalah menggunakan don’t untuk subjek tunggal orang ketiga, misalnya She don’t study every day. Bentuk yang benar adalah She doesn’t study every day. Saat memahami perbedaan penggunaan don’t dan doesn’t, kamu akan lebih mudah membuat kalimat negatif yang sesuai dengan aturan grammar.

Apa Itu Doesn’t?

Doesn’t merupakan bentuk singkat dari does not yang berfungsi sebagai kata kerja bantu untuk membuat kalimat negatif dalam Simple Present Tense. Penggunaannya hanya ditujukan untuk subjek orang ketiga tunggal, yaitu he, she, it, atau kata benda tunggal. Saat mempelajari perbedaan don’t dan doesn’t, memahami fungsi doesn’t menjadi langkah penting agar susunan kalimat yang kamu buat lebih tepat.

Hal yang sering terlupakan adalah kata kerja setelah doesn’t harus kembali ke bentuk dasar atau verb 1. Meskipun subjeknya tunggal, kamu tidak boleh menambahkan akhiran -s atau -es pada kata kerja. Aturan sederhana ini membuat penggunaan doesn’t berbeda dengan kalimat positif.

Kapan Doesn’t Digunakan?

Doesn’t digunakan ketika ingin membuat kalimat negatif untuk subjek tunggal pada Simple Present Tense. Polanya adalah Subject + doesn’t + Verb 1 + Object, misalnya She doesn’t like coffee atau He doesn’t play basketball every weekend. Setelah memahami pola ini, perbedaan don’t dan doesn’t akan terasa jauh lebih mudah dipahami.

Selain untuk menyatakan kegiatan yang tidak dilakukan, doesn’t juga dipakai saat menjelaskan rutinitas yang bukan menjadi kebiasaan seseorang. Contohnya seperti He doesn’t eat breakfast every morning atau My brother doesn’t watch television very often. Bentuk ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan berbahasa Inggris.

Doesn’t untuk Menyatakan Pendapat dan Fakta

Bukan hanya soal kebiasaan, doesn’t juga sering digunakan untuk menunjukkan ketidaksukaan, ketidaksetujuan, atau pendapat negatif. Misalnya She doesn’t like spicy food, He doesn’t believe the news, atau My teacher doesn’t agree with the proposal. Kalimat seperti ini terdengar alami dan banyak dipakai dalam komunikasi sehari-hari.

Di sisi lain, doesn’t juga berguna untuk menjelaskan kondisi atau fakta yang memang tidak terjadi. Contohnya The printer doesn’t print clearly atau The restaurant doesn’t open on Mondays. Dengan memahami perbedaan don’t dan doesn’t, kamu bisa memilih bentuk yang sesuai berdasarkan subjek yang digunakan.

Subjek yang Menggunakan Doesn’t

Penggunaan doesn’t hanya berlaku untuk he, she, it, nama orang tunggal, atau benda tunggal. Contohnya seperti David doesn’t speak French, My mother doesn’t work on Saturdays, dan The computer doesn’t start. Seluruh contoh tersebut mengikuti aturan yang sama, yaitu menggunakan verb 1 setelah doesn’t.

Sebaliknya, subjek I, You, We, dan They tidak menggunakan doesn’t, melainkan don’t. Inilah alasan mengapa mengenali subjek menjadi bagian penting saat belajar grammar. Semakin sering berlatih, semakin mudah pula kamu memahami perbedaan don’t dan doesn’t dalam berbagai situasi.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Doesn’t

Masih banyak pelajar yang menambahkan akhiran -s pada kata kerja setelah doesn’t. Contohnya seperti She doesn’t likes pizza atau He doesn’t goes to school. Bentuk tersebut kurang tepat karena setelah doesn’t, kata kerja harus tetap menggunakan verb 1.

Bentuk yang benar adalah She doesn’t like pizza, He doesn’t go to school, dan My father doesn’t work here. Kesalahan sederhana seperti ini bisa dihindari dengan mengingat satu aturan utama, yaitu kata kerja setelah doesn’t tidak pernah memakai tambahan -s atau -es.

Baca Juga: 10 Cara Latihan Efektif untuk Menguasai Soal Future Tense dalam Bahasa Inggris
Pelajari Perbedaan She, Her dan Hers dalam Kalimat Bahasa Inggris

Perbedaan Don’t dan Doesn’t yang Wajib Kamu Ketahui

Saat belajar bahasa Inggris, memahami struktur kalimat menjadi kunci agar kamu bisa berkomunikasi dengan tepat. Salah satu bagian penting yang sering membingungkan adalah perbedaan antara “don’t” dan “doesn’t”. Meskipun keduanya sama-sama digunakan untuk membuat kalimat negatif, penggunaannya tidak bisa disamakan begitu saja. 

Ada aturan khusus yang perlu kamu pahami agar kalimat yang kamu buat sesuai dengan tata bahasa yang benar. Dengan mengenali perbedaan ini, kamu akan lebih mudah dalam menulis dan berbicara menggunakan bahasa Inggris secara efektif.

KataSubjek yang DigunakanContoh Kalimat
Don’tI, you, we, they– You don’t have to go.- They don’t want to leave.- You don’t have to go.
Doesn’tHe, she, it– She doesn’t want to go.- It doesn’t look good.- She doesn’t want to go.

Perlu diingat bahwa “don’t” adalah singkatan dari “do not” dan digunakan dengan subjek jamak serta orang pertama dan kedua tunggal. Sementara itu, “doesn’t” adalah singkatan dari “does not” dan digunakan dengan subjek orang ketiga tunggal. Penggunaan yang tepat dari kedua bentuk ini sangat penting untuk membentuk kalimat negatif dalam simple present tense.

Dengan memahami perbedaan ini, kamu dapat menyusun kalimat negatif dalam bahasa Inggris dengan lebih akurat dan sesuai dengan tata bahasa yang benar.

Baca Juga: Kosakata Bahasa Inggris yang Wajib Dihafal

Kapan Harus Menggunakan Dont dan Doesnt?

Gunakan dont dengan cara meletakkan kata tersebut setelah subjek, dan kamu dapat menggunakannya pada kata kerja dalam kalimat negatif. Subjek yang dipakai adalah I, you, they, dan we.

Gunakan doesnt jika kamu ingin menggunakan kata kerja pada kalimat negatif, dengan subjek She, he, it. Letakkan doesnt setelah subjek.

Penggunaan do jika ditambah dengan not, maka akan menjadi do not atau dont. Sedangkan penggunaan does ditambah dengan not sebagai bentuk kalimat negatif, maka akan menjadi doesnt.

Berikut adalah contoh penggunaan kata dont dalam bentuk kalimat:

  • I dont think that they will understand it easily. Aku tidak merasa mereka akan mudah memaklumi hal ini.
  • You dont have enough money to get this latest car. Kamu tidak punya cukup uang untuk mendapatkan mobil terbaru tersebut.
  • We dont want to take any risk by running this policy. Kita tidak ingin mengambil resiko apapun dengan menjalankan kebijakan ini.
  • They dont say anything to me, they just leave. Mereka tidak berbicara apapun kepadaku, mereka hanya pergi begitu saja.

Sedangkan untuk contoh penggunaan kata doesnt dalam kalimat adalah berikut:

  • Tania does all this work alone. Tania mengerjakan semua pekerjaan ini sendiri.
  • I try to fix the robot but it does not work. Aku coba untuk memperbaiki robot itu, tapi tidak berhasil.
  • She does not go anywhere, she keeps waiting for your coming. Dia tidak pergi kemanapun, dia terus menunggu kedatanganmu.
  • He does not say any single word. Dia (laki-laki) tidak berbicara apapun.

Sekarang, kamu sudah mengerti penggunaan dont dan doesnt. Dengan mengetahui perbedaannya, maka kamu jadi semakin mudah memahami bahasa inggris untuk percakapan sehari-hari.

Baca Juga:
Belajar Speaking English Otodidak

Alasan Harus Belajar Penggunaan Dont dan Doesnt

Menguasai grammar dasar dalam bahasa Inggris adalah langkah penting untuk bisa berkomunikasi dengan baik, salah satunya adalah memahami penggunaan don’t dan doesn’t. Dua kata ini sering muncul dalam percakapan maupun tulisan sehari-hari, terutama saat kamu ingin membuat kalimat negatif. Salah penggunaan bisa membuat pesan yang ingin disampaikan jadi membingungkan. Berikut ini beberapa alasan kenapa kamu harus belajar memahami don’t dan doesn’t:

1. Meningkatkan Kejelasan dalam Komunikasi Sehari-hari

Penggunaan “don’t” dan “doesn’t” yang tepat sangat penting untuk menyampaikan pesan negatif dengan jelas dalam bahasa Inggris. “Don’t” digunakan dengan subjek I, you, we, dan they, sedangkan “doesn’t” digunakan dengan he, she, dan it. Kesalahan dalam penggunaan keduanya dapat menyebabkan kebingungan atau kesalahpahaman dalam komunikasi.

Dengan memahami perbedaan ini, kamu dapat menyusun kalimat negatif yang sesuai dengan tata bahasa, sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih jelas dan mudah dipahami oleh lawan bicara.

2. Membantu dalam Pembentukan Kalimat Negatif dan Pertanyaan

Dalam bahasa Inggris, struktur kalimat memiliki aturan yang cukup ketat, terutama saat menyusun kalimat negatif dan pertanyaan. Salah satu konsep penting dalam grammar bahasa Inggris yang perlu kamu pahami adalah “do-support”, yaitu penggunaan kata kerja bantu “do”, “does”, atau bentuk negatifnya seperti “don’t” dan “doesn’t” dalam kalimat. 

Struktur ini biasanya digunakan ketika kalimat tidak memiliki auxiliary verb (kata kerja bantu) lain. Artinya, ketika kamu membuat kalimat negatif atau ingin bertanya dalam bentuk simple present tense, kamu harus menambahkan “don’t” atau “doesn’t” agar kalimatmu benar secara tata bahasa.

Contohnya, dalam kalimat negatif seperti “I don’t eat meat” atau “She doesn’t like coffee”, kata “don’t” dan “doesn’t” digunakan untuk mengubah pernyataan menjadi negatif tanpa harus mengubah bentuk dasar kata kerja utama. Begitu juga dalam bentuk pertanyaan seperti “Don’t you have any plans?” atau “Doesn’t he work here?”, penggunaan kata kerja bantu ini menjadi bagian penting dalam menyusun pertanyaan yang jelas dan tepat.

3. Meningkatkan Kemampuan Menulis yang Profesional

Penggunaan tata bahasa yang benar, termasuk penggunaan “don’t” dan “doesn’t”, sangat penting dalam menulis bahasa Inggris yang profesional. Kesalahan dalam penggunaan keduanya dapat mengurangi kredibilitas tulisanmu, terutama dalam konteks akademik atau bisnis.

Dengan menguasai penggunaan “don’t” dan “doesn’t”, kamu dapat menulis kalimat negatif yang tepat, sehingga tulisanmu menjadi lebih jelas, profesional, dan mudah dipahami oleh pembaca.

4. Meningkatkan Pemahaman dalam Membaca

Pemahaman yang baik tentang struktur kalimat negatif, termasuk penggunaan “don’t” dan “doesn’t”, akan membantumu memahami teks bahasa Inggris dengan lebih baik. Kamu akan lebih mudah mengenali makna kalimat dan konteksnya, yang penting dalam membaca artikel, buku, atau dokumen lainnya.

Belajar menggunakan “don’t” dan “doesn’t” tidak hanya membantu dalam berbicara dan menulis, tetapi juga dalam meningkatkan kemampuan membaca dan memahami teks bahasa Inggris.

5. Mendukung Kemajuan dalam Karir dan Pendidikan

Kemampuan berbahasa Inggris yang baik, termasuk penguasaan tata bahasa seperti penggunaan “don’t” dan “doesn’t”, sangat dihargai dalam dunia kerja dan pendidikan. Banyak perusahaan dan institusi pendidikan menilai kemampuan bahasa Inggris sebagai salah satu kriteria penting dalam seleksi.

Menguasai penggunaan “don’t” dan “doesn’t”, kamu menunjukkan bahwa kamu memiliki perhatian terhadap detail dan kemampuan komunikasi yang baik, yang dapat membuka lebih banyak peluang dalam karir dan pendidikan.

Belajar Bahasa Inggris Lebih Maksimal di ICAN Learning Centre (ILC)

Memahami perbedaan antara “don’t” dan “doesn’t” merupakan bagian penting dalam penguasaan grammar bahasa Inggris, terutama dalam membuat kalimat negatif di tenses dasar seperti simple present. “Don’t” digunakan untuk subjek jamak seperti I, you, we, dan they, sementara “doesn’t” digunakan untuk subjek tunggal orang ketiga seperti he, she, dan it.

Kesalahan dalam penggunaan keduanya bisa membuat arti kalimat menjadi salah atau membingungkan. Dengan memahami aturan ini, kamu bisa menyampaikan pesan dengan lebih tepat dan profesional, baik secara lisan maupun tulisan.

Untuk kamu yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, khususnya dalam grammar dan percakapan sehari-hari, kamu bisa bergabung bersama ICAN Learning Centre (ILC), lembaga kursus bahasa Inggris dari ICAN Education. Di ILC, kamu akan belajar dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Kamu juga akan mendapatkan akses ke berbagai fasilitas terbaik yang mendukung proses belajarmu, seperti ruang kelas modern, materi terbaru, dan tutor profesional.

Selain itu, ILC menyediakan berbagai program pembelajaran yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dan tujuanmu, mulai dari kelas dasar, kelas persiapan tes (seperti IELTS atau TOEFL), hingga kelas percakapan. Jadi, tunggu apa lagi? Segera tingkatkan kemampuan bahasa Inggrismu bersama ICAN English dan raih peluang lebih besar untuk masa depan yang lebih sukses!

Artikel Perkuliahan di Luar Negeri Sekolah di Luar Negeri Bahasa Inggris Bacaan Umum Tips & Trick Beasiswa ...
Konsultasi Online Gratis
Isi form konsultasi ini untuk mengatur jadwal online consultation dengan tim kami.
Hubungi Kami

Konselor kami akan memberikan layanan konsultasi gratis seputar informasi pendidikan ke universitas luar negeri. Layanan tersebut mencakup pencarian jurusan yang tepat, pemilihan universitas, informasi biaya pendidikan dan semua hal yang menyangkut universitas di luar negeri.

Jakarta - Tangerang
Branch Gading Serpong, Tangerang

(021) 5421 0200
(021) 5422 0200

Branch Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

(021) 3876 8896
(021) 3876 8257

Branch Taman Palem & Jakarta Barat

(021) 2255 3706
(021) 2255 3272

Branch Bintaro & Tangerang Selatan

(021) 2951 1824
(021) 2221 3833

Branch Kelapa Gading, Jakarta Utara

(021) 2245 0554

Jawa Barat
Branch Bekasi, Jawa Barat

(021) 8889 4102
(021) 8889 5272

Branch Bandung, Jawa Barat

(022) 5239 5100

Jawa Tengah
Branch Yogyakarta, DIY

(0274) 5016 618
(0274) 5016 156

Branch Semarang, Jawa Tengah

(024) 8640 3771

Kepulauan Riau
Branch Batam, Riau

(0778) 7490 665

Branch Tanjung Pinang, Riau

+62 813 6530 6699

Sumatera
Branch Medan, Sumatera Utara

(061) 8881 5181

Branch Medan (Deli Serdang), Sumatera Utara

(061) 8881 5181

Kalimantan
Branch Balikpapan, Kalimantan Timur

(0542) 8794 997

Branch Samarinda, Kalimantan Timur

(0541) 2838 364

Sulawesi
Branch Manado, Sulawesi Utara

(0431) 7198 409

Daftar Semua Jurusan