Pernah nggak sih kamu merasa bingung waktu nemu kata kerja bahasa Inggris yang artinya beda banget setelah ditambah satu kata kecil? Nah, itu dia yang disebut phrasal verb. Apa itu phrasal verb adalah gabungan verb (kata kerja) dan particle, yaitu preposition (in, on, at) atau adverb (up, out, away). Kombinasi ini menciptakan makna baru yang berbeda dari arti harfiah verb-nya. Misalnya, “take” berarti mengambil, tapi “take off” berarti melepas atau lepas landas kalau untuk pesawat.
Dalam percakapan sehari-hari, phrasal verb sering banget dipakai, baik di situasi santai maupun formal. Makanya, kalau kamu mau lebih natural dan nggak kaku saat ngomong atau nulis dalam bahasa Inggris, kamu wajib paham konsep ini. Nah, artikel ini akan bikin kamu tahu lebih banyak tentang apa saja jenis phrasal verb dalam bahasa Inggris lengkap dengan contoh kalimatnya.
Topik Pembahasan
Jenis Phrasal Verbs dan Contoh Kalimatnya
Kalau kamu sudah mulai familiar dengan phrasal verb, sekarang saatnya naik level dan kenalan sama jenis-jenisnya. Secara umum, ada empat jenis utama yang wajib kamu tahu: Transitive Phrasal Verbs, Intransitive Phrasal Verbs, Separable Phrasal Verbs, dan Inseparable Phrasal Verbs. Masing-masing punya aturan berbeda soal penggunaan objek dan posisi kata dalam kalimat. Paham perbedaannya itu penting banget supaya kamu nggak salah susun kalimat dan tetap terdengar natural.
Kenapa empat jenis ini penting dipelajari? Karena dalam praktiknya, kesalahan paling sering terjadi justru di penempatan objek dan partikel. Ada yang wajib pakai objek, ada yang nggak perlu, ada yang bisa dipisah, dan ada juga yang sama sekali nggak boleh dipisah. Kalau kamu asal pakai, maknanya bisa jadi aneh atau bahkan salah total. Yuk, simak penjelasan masing-masing jenisnya sampai tuntas biar kamu makin pede pakai phrasal verb dalam percakapan maupun tulisan!
Transitive Phrasal Verbs
Transitive phrasal verbs adalah jenis phrasal verb yang membutuhkan objek supaya maknanya lengkap. Tanpa objek, kalimatnya bakal terasa menggantung dan kurang jelas maksudnya. Biasanya setelah phrasal verb ini, kamu harus menyebutkan apa atau siapa yang dikenai tindakan tersebut. Biar makin paham, simak contohnya di bawah ini.
| Contoh Kalimat | Makna Phrasal Verb |
| She handed in her scholarship documents before the deadline. | handed in = menyerahkan |
| The university called off the campus tour due to heavy snow. | called off = membatalkan |
| I picked up my student ID card at the admissions office. | picked up = mengambil |
| They set up an international student community on campus. | set up = mendirikan/membuat |
| The lecturer pointed out several errors in my research proposal. | pointed out = menunjukkan |
| He filled out the visa application form carefully. | filled out = mengisi |
| We carried out a group project for our marketing class. | carried out = melaksanakan |
| She brought up the topic of tuition fees during the meeting. | brought up = membahas/mengangkat topik |
| The admin sorted out my enrollment issue quickly. | sorted out = menyelesaikan |
| I turned down an offer because the tuition was too expensive. | turned down = menolak |
Karena wajib punya objek, kamu harus selalu cek setelah phrasal verb ini apakah sudah ada kata benda atau pronoun yang mengikutinya. Kalau belum, berarti kalimatnya belum lengkap. Bagian ini sering banget jadi jebakan saat kamu lagi nulis essay atau chatting cepat pakai bahasa Inggris.
Intransitive Phrasal Verbs
Berbeda dengan jenis sebelumnya, intransitive phrasal verbs nggak membutuhkan objek. Kalimatnya sudah lengkap hanya dengan subjek dan phrasal verb saja. Biasanya jenis ini menjelaskan aksi yang tidak langsung mengenai objek tertentu. Supaya makin kebayang, langsung lihat contoh-contohnya ya.
| Contoh Kalimat | Makna Phrasal Verb |
| I woke up early for my first lecture abroad. | woke up = bangun |
| The seminar started late because the speaker showed up late. | showed up = muncul/datangi |
| Many international students fit in quickly on campus. | fit in = menyesuaikan diri |
| The plane finally took off after a short delay. | took off = lepas landas |
| She grew up dreaming of studying in Europe. | grew up = tumbuh besar |
| The printer broke down during my assignment submission. | broke down = rusak |
| Our exchange program fell through last year. | fell through = batal/gagal |
| The discussion went on for hours. | went on = berlanjut |
| He dropped out because of financial problems. | dropped out = keluar dari studi |
| I signed up for the campus orientation yesterday. | signed up = mendaftar |
Karena nggak butuh objek, kamu nggak perlu nambahin kata benda setelahnya, kecuali memang bagian dari struktur tetap seperti “run out of” yang diikuti sesuatu. Kuncinya, pahami pola kalimatnya supaya kamu nggak asal tambahin objek yang sebenarnya nggak diperlukan.

Separable Phrasal Verbs
Separable phrasal verbs adalah jenis yang fleksibel karena objeknya bisa diletakkan di tengah, di antara verb dan particle. Artinya, kamu bisa memisahkan kedua kata tersebut dengan objek. Hal ini bikin kamu punya dua pilihan struktur kalimat yang sama-sama benar. Yuk, simak contoh penggunaannya.
| Contoh Kalimat | Makna Phrasal Verb |
| She turned off the dorm room lights. / She turned the dorm room lights off. | turned off = mematikan |
| I put on my university blazer for the orientation. / I put my university blazer on. | put on = mengenakan |
| They gave back the library books. / They gave the library books back. | gave back = mengembalikan |
| He printed out the assignment. / He printed the assignment out. | printed out = mencetak |
| Please fill in the registration form. / Please fill the registration form in. | fill in = mengisi |
| She looked up the campus map. / She looked the campus map up. | looked up = mencari informasi |
| We figured out the exam schedule. / We figured the exam schedule out. | figured out = menemukan solusi/memahami |
| The staff handed out the welcome kits. / The staff handed the welcome kits out. | handed out = membagikan |
| I wrote down the lecturer’s advice. / I wrote the lecturer’s advice down. | wrote down = mencatat |
| He paid back his student loan. / He paid his student loan back. | paid back = membayar kembali |
Walaupun bisa dipisah, ada aturan tambahan kalau objeknya berupa pronoun seperti “it” atau “them”. Dalam bagian tersebut, objek biasanya harus berada di tengah, misalnya: “turn it off”, bukan “turn off it”. Detail kecil seperti ini penting banget supaya grammar kamu tetap on point.
Inseparable Phrasal Verbs
Inseparable phrasal verbs adalah kebalikan dari separable. Pada jenis ini, verb dan particle nggak boleh dipisahkan oleh objek. Objek harus selalu diletakkan setelah keseluruhan phrasal verb. Kalau kamu coba pisahkan, kalimatnya bakal terdengar salah. Biar makin jelas, perhatikan contoh berikut.
| Contoh Kalimat | Makna Phrasal Verb |
| She takes care of her documents before applying for a visa. | takes care of = mengurus/menangani |
| I came across an interesting scholarship program online. | came across = menemukan tanpa sengaja |
| The committee looks into every international application carefully. | looks into = menyelidiki/meninjau |
| I ran into my academic advisor at the library. | ran into = bertemu tanpa sengaja |
| He deals with international student affairs on campus. | deals with = menangani |
| We applied for a dormitory near the university. | applied for = melamar/mengajukan |
| She believes in equal access to global education. | believes in = percaya pada |
| The professor referred to several global case studies. | referred to = merujuk pada |
| I rely on my part-time job to support my living expenses. | rely on = bergantung pada |
| They participated in a student exchange program. | participated in = berpartisipasi dalam |
Karena nggak bisa dipisah, kamu harus menghafal pola lengkapnya sebagai satu kesatuan. Biasanya jenis ini sering muncul dalam konteks formal maupun semi-formal, jadi penting banget buat kamu yang mau lancar presentasi atau nulis academic writing.
Baca juga: Penjelasan Irregular Verb Dan Artinya
Kapan Phrasal Verbs Bisa Digunakan?
Kalau kamu masih bertanya-tanya kapan sih sebenarnya phrasal verb dipakai, jawabannya: sering banget! Phrasal verb umum digunakan dalam percakapan sehari-hari, cerita anak, film, dan lagu berbahasa Inggris. Dalam spoken English, penggunaan phrasal verb bikin cara ngomong kamu terdengar lebih natural dan nggak kaku. Native speakers misalnya, jauh lebih sering bilang “give up” dibanding “surrender” saat ngobrol santai. Jadi kalau kamu mau terdengar lebih fluently dan nggak textbook banget, mulai biasakan pakai phrasal verb dalam obrolan harianmu.
Selain percakapan langsung, phrasal verb juga sering muncul dalam penulisan informal. Kamu bisa menemukannya di pesan teks, email ke teman, caption media sosial, atau blog pribadi. Gaya bahasanya yang santai dan ekspresif bikin tulisan terasa lebih hidup dan relatable. Bahkan banyak contoh kalimat phrasal verb yang kelihatannya simpel, tapi justru bikin pesan kamu terasa lebih friendly dan engaging.
Di dunia fiksi dan cerita anak, phrasal verb juga punya peran penting. Karena sifatnya deskriptif dan aktif, phrasal verb membantu menggambarkan aksi dengan cara yang lebih dinamis. Misalnya dalam cerita petualangan, karakter bisa “run away”, “find out”, atau “look for” sesuatu. Pola seperti ini bikin cerita terasa lebih mengalir dan mudah dipahami, terutama buat pembaca muda.
Baca Juga: Tips Belajar Berbagai Macam Verb Bahasa Inggris Lengkap dengan Contoh
Sekarang, kamu sudah tahu phrasal verb adalah salah satu elemen penting bahasa Inggris yang bikin cara bicaramu lebih natural, ekspresif, dan nggak kaku. Dari yang butuh objek sampai yang nggak bisa dipisahkan, semuanya punya pola dan aturan masing-masing yang wajib kamu pahami. Semakin sering kamu membaca, mendengar, dan mempraktekkannya dalam kalimat sehari-hari, semakin terbiasa juga kamu mengenali maknanya tanpa harus menerjemahkan kata per kata.
Kalau kamu masih merasa butuh bimbingan biar makin lancar, kamu bisa mulai belajar bareng ICAN Learning Centre dari sekarang. Platform belajar Bahasa Inggris ini bikin kamu lebih mudah upgrade kemampuan dari level beginner sampai advanced. Kelasnya dirancang interaktif dan relevan buat kebutuhan studi maupun karier internasional. Jadi, nggak cuma paham teori, tapi juga siap praktik langsung. Yuk, mulai perjalanan belajar Bahasa Inggris kamu dari sekarang bareng ILC!



