Perbedaan TOEFL PBT dan iBT sering jadi pertanyaan buat kamu yang lagi siapin tes bahasa Inggris untuk kuliah atau kerja ke luar negeri. Secara umum, dua jenis TOEFL ini punya perbedaan cukup signifikan dari segi format, materi, sampai tujuan penggunaannya. TOEFL iBT berbasis internet dan menguji empat skill utama, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing, dengan skor maksimal 120. Sementara itu, TOEFL PBT masih menggunakan kertas dan hanya mencakup tiga skill tanpa bagian Speaking, dengan rentang skor 310–677.
Di era sekarang, TOEFL iBT lebih banyak dipakai secara internasional karena dianggap lebih lengkap dalam mengukur kemampuan bahasa Inggris secara menyeluruh. Sedangkan TOEFL PBT sudah mulai jarang digunakan dan biasanya hanya tersedia di lokasi tertentu yang belum mendukung tes berbasis internet. Jadi, penting banget buat kamu memahami perbedaannya agar bisa memilih jenis tes yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuanmu.
Topik Pembahasan
Apa Itu TOEFL iBT?
TOEFL iBT (Test of English as a Foreign Language Internet-Based Test) adalah salah satu tes bahasa Inggris yang diakui secara internasional untuk menilai kemampuan komunikasi akademik dalam empat keterampilan utama: membaca, mendengar, berbicara, dan menulis. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan mu berkomunikasi dalam lingkungan akademik yang menggunakan bahasa Inggris. TOEFL iBT banyak digunakan sebagai syarat penerimaan di lebih dari 13.000 universitas dan institusi di lebih dari 160 negara di seluruh dunia.
Tes ini menonjol karena kontennya yang sepenuhnya berbasis akademik dan integratif, yang berarti bahwa kamu akan sering menggabungkan beberapa keterampilan dalam satu tugas, seperti membaca artikel, mendengar kuliah, dan memberikan tanggapan lisan berdasarkan informasi tersebut. TOEFL iBT dilakukan secara online di pusat tes resmi atau di lokasi lain sesuai aturan yang ditentukan.
TOEFL iBT dibagi menjadi empat sesi yang masing-masing berfokus pada keterampilan bahasa yang berbeda:
1. Reading (Membaca)
Di bagian ini, kamu akan membaca 3-4 teks akademik dan menjawab 30-40 pertanyaan terkait. Materi biasanya berupa artikel atau esai ilmiah yang diadaptasi dari buku atau jurnal akademik. Durasi sesi ini sekitar 54-72 menit.
2. Listening (Mendengarkan)
Sesi ini menguji kemampuanmu memahami percakapan dan kuliah akademik. Kamu akan mendengar 4-6 kuliah dan 2-3 percakapan, lalu menjawab total 28-39 pertanyaan. Durasi sesi ini sekitar 41-57 menit.
3. Speaking (Berbicara)
Dalam sesi ini, kamu akan diminta memberikan tanggapan lisan berdasarkan pengalaman pribadi, teks yang dibaca, atau audio yang didengar. Terdapat 4 tugas yang harus diselesaikan dalam waktu 17 menit.
4. Writing (Menulis)
Sesi ini melibatkan dua tugas: integrated task, di mana kamu menulis berdasarkan teks dan audio, dan independent task, di mana kamu menulis esai berdasarkan opini pribadi. Durasi sesi ini adalah 50 menit.
TOEFL iBT menawarkan beberapa keunggulan, seperti tes ini diakui oleh banyak institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia, dirancang khusus untuk menilai keterampilan bahasa yang relevan dalam konteks pendidikan, serta dapat digunakan untuk komunikasi bahasa Inggris yang lebih kompleks, seperti menggabungkan keterampilan mendengar dan berbicara dalam tugas yang sama.
Apa itu TOEFL PBT?
TOEFL Paper-Based Test (PBT) adalah salah satu jenis ujian bahasa Inggris yang digunakan untuk mengukur kemampuan non-penutur asli dalam menggunakan dan memahami bahasa Inggris pada tingkat akademik. TOEFL PBT sering digunakan di wilayah atau tempat yang tidak memiliki akses ke ujian berbasis internet (TOEFL iBT). Tes ini dilakukan secara tertulis dengan media kertas dan pensil. Meskipun popularitasnya menurun sejak munculnya TOEFL iBT, TOEFL PBT masih relevan dalam beberapa situasi tertentu.
TOEFL PBT memiliki tiga sesi utama dan satu sesi opsional, yaitu:
1. Listening Comprehension
Bagian ini bertujuan mengukur kemampuan kamu dalam memahami percakapan atau ceramah dalam bahasa Inggris. Kamu akan mendengar rekaman percakapan singkat, percakapan panjang, atau ceramah, kemudian menjawab serangkaian pertanyaan terkait. Bagian ini sangat penting untuk menilai seberapa baik kamu memahami bahasa Inggris lisan.
2. Structure and Written Expression
Sesi ini menguji kemampuan tata bahasa dan pemahaman kamu terhadap struktur bahasa Inggris. Kamu harus mengenali kalimat yang benar secara tata bahasa dan memperbaiki kesalahan dalam beberapa pilihan kalimat.
3. Reading Comprehension
Dalam bagian ini, kamu akan membaca beberapa teks akademik dan menjawab pertanyaan tentang informasi yang disampaikan. Teks-teks ini dirancang untuk mencerminkan bahan bacaan yang biasa ditemukan di lingkungan akademik.
4. TWE (Test of Written English) – Opsional
Bagian ini menilai kemampuan menulis kamu melalui esai singkat tentang topik tertentu. Penilaian ini sering menjadi tambahan penting untuk menunjukkan kompetensi menulis dalam bahasa Inggris.
TOEFL PBT memiliki total skor maksimum 677 poin, tanpa memasukkan skor dari TWE yang dinilai secara terpisah. Durasi keseluruhan tes sekitar 2,5 jam. Dengan memahami sesi-sesi ini, kamu dapat mempersiapkan diri lebih baik dan fokus pada area yang memerlukan peningkatan.

Baca Juga: Modul Dasar Belajar TOEFL
Perbedaan TOEFL iBT vs PBT
Banyak orang masih bingung membedakan TOEFL iBT dan PBT, padahal keduanya punya sistem yang cukup berbeda. Mulai dari cara tes dilakukan, jenis soal, sampai penilaian, semuanya punya karakter masing-masing. Hal ini penting dipahami sejak awal supaya kamu nggak salah pilih jenis tes yang akan diambil. Nah, biar lebih jelas lagi berikut ini perbedaan dari TOEFL IBT vs PBT yang harus kamu ketahui:
| Aspek | TOEFL iBT (Internet-Based Test) | TOEFL PBT (Paper-Based Test) |
| Metode Tes | Dilakukan secara online melalui komputer dan internet | Menggunakan kertas (paper) dan pensil |
| Ketersediaan | Tersedia luas di seluruh dunia | Terbatas, hanya di daerah yang tidak memiliki akses internet |
| Bagian Tes | Reading, Listening, Speaking, Writing | Listening, Structure (Grammar), Reading, Writing (opsional/TWE) |
| Tes Speaking | Ada (rekaman suara melalui komputer) | Tidak ada |
| Skor Maksimal | 120 (masing-masing section 30) | 677 (tanpa TWE), Writing terpisah (0–6) |
| Durasi Tes | Sekitar 2–3 jam | Sekitar 2,5 jam |
| Fokus Kemampuan | Lebih komunikatif dan praktis (real-life English skills) | Lebih fokus ke grammar dan struktur bahasa |
| Hasil Tes | Lebih cepat (± 4–8 hari) | Lebih lama (± 2–5 minggu) |
| Penerimaan Universitas | Diterima hampir semua universitas internasional | Semakin jarang digunakan, banyak kampus tidak menerima |
| Tingkat Kesulitan | Lebih kompleks karena ada speaking dan integrasi skill | Relatif lebih sederhana, tapi fokus grammar lebih dalam |
Memahami perbedaan TOEFL iBT dan PBT bisa bantu kamu menentukan langkah yang lebih tepat sebelum ikut tes. Setiap jenis punya kelebihan masing-masing, tapi pilihan terbaik tetap bergantung pada tujuan yang ingin dicapai, terutama kalau kamu berencana kuliah atau bekerja di luar negeri.
Dengan memilih jenis TOEFL yang sesuai, proses persiapan jadi lebih fokus dan hasilnya pun bisa maksimal. Jadi, pastikan kamu sudah tahu kebutuhanmu sejak awal, supaya nggak salah strategi dan bisa lebih siap menghadapi tes dengan percaya diri.
Baca Juga: Cara Mudah Agar Lulus Tes TOEFL
Persiapan Lengkap Sebelum Menjalani Tes TOEFL
Biar proses kuliah ke luar negeri makin lancar, sekarang saatnya ambil langkah nyata. Kamu bisa langsung konsultasi bareng ICAN Education yang siap bantu dari awal sampai akhir. Mulai dari pemilihan kampus, persiapan dokumen, sampai urusan akomodasi, semuanya dibantu dengan lebih praktis dan terarah. Jadi, kamu nggak perlu ribet mikirin proses yang cukup kompleks sendirian.
Selain itu, tingkatkan juga kemampuan bahasa Inggrismu bareng ICAN Learning Centere (ILC) partner resmi dari ICAN Education. Di sini tersedia banyak pilihan kelas, mulai dari IELTS, TOEFL IBT, TOEFL ITP, sampai Conversation dan SAT. Mau belajar online atau offline juga fleksibel. Yuk, mulai sekarang persiapkan dirimu dengan maksimal dan wujudkan rencana kuliah ke luar negeri tanpa drama!



