Belajar bahasa inggris di luar negeri jadi salah satu cara paling efektif buat ningkatin skill karena kamu langsung tenggelam dalam lingkungan yang full English. Belajar bahasa memang bisa dilakukan di mana saja, tapi pengalaman dan hasilnya sering terasa beda banget antara belajar di dalam negeri dan di luar negeri.
Di luar negeri, kamu bukan cuma belajar dari buku atau kelas, tapi juga dari percakapan sehari-hari, budaya, dan interaksi langsung dengan native speaker. Semua itu bikin proses belajar lebih natural, cepat, dan relevan sama kebutuhan dunia nyata. Kalimatnya ringan, pengalaman lebih hidup, dan progress biasanya jauh lebih kelihatan.
Perbedaan Belajar Bahasa Inggris di Luar Negeri vs Dalam Negeri
Berbeda tempat, beda juga suasananya dan hal ini kerasa banget ketika membandingkan belajar bahasa Inggris di luar negeri vs dalam negeri. Banyak orang penasaran, apakah hasilnya benar-benar jauh berbeda atau hanya soal gengsi semata. Padahal, pengalaman belajar di dua lingkungan ini punya karakteristik unik, mulai dari exposure, cara interaksi, sampai kecepatan perkembangan skill. Berikut ini perbedaan belajar bahasa Inggris di luar negeri dengan di dalam negeri:
| Aspek | Belajar Bahasa Inggris di Luar Negeri | Belajar Bahasa Inggris di Indonesia |
| Lingkungan pembelajaran | Lingkungan 100% berbahasa Inggris (native/usage environment): sehari-hari kamu harus memakai Inggris dalam kelas, kampus, belanja, dan social. Tentunya hal ini mempercepat akurasi listening & speaking lewat immersion nyata. Praktik berulang di konteks kehidupan nyata membuat transfer ke kefasihan lebih cepat. | Lingkungan formal (kelas, kursus) serta ada kesempatan praktik tergantung komunitas lokal. Kebanyakan non-native. Di Indonesia banyak program berkualitas, namun eksposur natural ke penutur asli dan situasi nyata lebih terbatas sehingga kemajuan speaking/listening sering lebih lambat kecuali disertai program immersion atau travelling. |
| Biaya pembelajaran | Umumnya lebih mahal, sebab selain tuition (jika ikut program universitas/langkah jangka panjang) ada biaya hidup, akomodasi, tiket, asuransi, visa, total biaya per semester/sepanjang program bisa jauh lebih tinggi dibanding belajar di negeri sendiri. Namun beberapa negara/ program (contoh: program pertukaran singkat atau negara tanpa tuition) bisa lebih terjangkau. | Biasanya lebih terjangkau, biaya kursus bahasa, les privat atau program universitas di Indonesia relatif lebih murah, biaya hidup lebih rendah dan jarang perlu keluarkan biaya visa/airfare. Jadi cost-benefit sering lebih ramah untuk pelajar dengan anggaran terbatas. |
| Eksposur budaya | Eksposur budaya langsung dan luas, tinggal di negara yang menggunakan bahasa Inggris tentu memberi pemahaman kontekstual idiom, register budaya, kebiasaan komunikasi, dan nuansa sosial yang sulit ditiru di kelas. Penelitian menunjukkan immersion berdampak kuat pada transformasi identitas linguistik dan kemampuan antarbudaya peserta. | Eksposur budaya lebih terbatas pada materi ajar, media, atau komunitas internasional lokal. Bisa digantikan sebagian dengan program cultural exchange, film/series, dan komunitas bilingual; namun nuansa-sensitif dan praktik spontan masih kurang dibanding tinggal langsung di negara penutur. |
| Motivasi & hasil belajar | Motivasi sering meningkat karena kebutuhan nyata, untuk berkomunikasi sehari-hari, bekerja, atau studi. Hal ini mendorong praktik konsisten dan cepat terjadinya kemajuan. Hasil belajar (fluency, listening comprehension, pragmatic use) pada umumnya lebih cepat tercapai bila disertai dukungan akademik. | Motivasi bisa kuat tapi rentan turun (plateau) karena lingkungan sehari-hari memakai bahasa ibu. Memiliki hasil yang bagus tetap bisa terjadi, terutama bila program dibuat intensif (kelas conversation, praktik online/offline, tutors native). Konsistensi dan metode belajar aktif sangat menentukan hasil. |
Memilih belajar Bahasa Inggris di luar negeri atau dalam negeri kembali pada kebutuhan, tujuan, dan kesiapan masing-masing individu. Kedua pilihan memiliki keunggulan tersendiri, mulai dari intensitas lingkungan berbahasa yang berbeda hingga fasilitas serta metode pembelajaran yang ditawarkan. Hal terpenting adalah bagaimana kamu memaksimalkan proses belajar, konsisten dalam praktik, dan berani mengambil kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggrismu, di mana pun kamu memutuskan untuk belajar.
Baca Juga: Rekomendasi Materi Untuk Belajar Bahasa Inggris Secara Otodidak, Apa Saja?
Keuntungan Belajar Bahasa Inggris Online dengan Native Speaker
Mana yang Terbaik Buatmu?
Setiap orang punya preferensi dan tujuan yang beda, jadi keputusan soal belajar bahasa Inggris di luar negeri atau tetap di dalam negeri itu balik lagi ke kebutuhan dan progres belajar masing-masing. Kamu bisa lihat dari minat, budget, sampai target kemampuan yang ingin dicapai. Nggak ada pilihan yang benar atau salah, yang penting sesuai ritme kamu sendiri dan nggak bikin proses belajarnya jadi terbebani.
Banyak yang tertarik belajar bahasa inggris di luar negeri karena suasananya lebih mendukung, mulai dari lingkungan yang serba bahasa Inggris sampai interaksi dengan orang lokal setiap hari. Buat sebagian orang, pengalaman ini bikin skill speaking dan listening naik cepat karena terus kena lingkungan alami berbahasa Inggris. Tapi tetap saja, hasil akhirnya tetap ditentukan oleh seberapa konsisten kamu belajar dan beradaptasi.
Sementara itu, opsi belajar di dalam negeri juga nggak kalah oke dan jauh lebih fleksibel. Kamu bisa ikut kelas intensif, gabung komunitas, atau pakai platform online tanpa harus jauh dari keluarga atau keluar banyak biaya. Banyak siswa tetap bisa berkembang pesat karena mereka fokus dan nyaman dengan lingkungan belajarnya. Pada akhirnya, yang paling penting adalah menemukan metode yang cocok dengan gaya belajar dan tujuan kamu sendiri.
Belajar bahasa Inggris di luar negeri itu seru banget karena kamu langsung tenggelam di lingkungan yang serba English. Mulai dari ngobrol sama orang lokal, urusan kampus, sampai aktivitas harian, semuanya jadi kesempatan buat ningkatin kemampuan bahasa secara natural. Tapi untuk bisa berangkat dan kuliah dengan lancar, kamu tetap butuh persiapan matang biar prosesnya lebih gampang dan nggak ribet di jalan.

Biar semua urusanmu lebih simple, kamu bisa pakai layanan dari ICAN Education, agen pendidikan luar negeri profesional yang siap bantu dari tahap konsultasi jurusan, pengurusan dokumen, cari akomodasi, sampai berbagai kebutuhan lain sebelum keberangkatan. Semua dibantu secara rapi dan sesuai kebutuhan kamu, jadi makin siap buat kuliah di luar negeri dengan bahasa Inggris yang mantap.
Nah, buat ningkatin kemampuan bahasa Inggris dan ngejar skor TOEFL/IELTS, kamu bisa belajar di ICAN English, partner resmi ICAN Education. Di sini ada pilihan program super lengkap: kursus online, offline, corporate class, IELTS, General English, TOEFL iBT, TOEFL ITP, Conversation English, SAT Prep, sampai TOEIC. Jadi, kalau mau kuliah ke luar negeri, percayakan ke ICAN Education, dan kalau mau jago bahasa Inggris serta siapin skor terbaik, gas belajar di ICAN English!



