Perbedaan TOEFL dan IELTS adalah hal yang penting untuk kamu pahami sebelum memilih tes kemampuan bahasa Inggris yang sesuai dengan tujuan studi atau pekerjaan. Kedua tes ini sama-sama diakui secara internasional, namun memiliki format, sistem penilaian, dan fokus pengujian yang berbeda.
Dengan memahami perbedaan tersebut, kamu dapat menentukan jenis tes yang paling sesuai dengan kebutuhan, baik untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, melamar pekerjaan, maupun memenuhi persyaratan imigrasi. Pengetahuan ini akan membantumu mempersiapkan diri secara lebih efektif sehingga peluang meraih skor tinggi menjadi lebih besar.
Topik Pembahasan
Perbedaan TOEFL dan IELTS
Perbedaan TOEFL dan IELTS sering menjadi pertanyaan bagi banyak orang yang berencana melanjutkan studi atau bekerja di luar negeri. Meskipun keduanya bertujuan mengukur kemampuan bahasa Inggris, setiap tes memiliki karakteristik unik, mulai dari format ujian, metode penilaian, hingga negara atau institusi yang lebih memfavoritkannya. Nah, berikut ini beberapa perbedaan yang bisa kamu temui dari TOEFL dan IELTS:
1. Syarat Masuk Kuliah di Universitas Luar Negeri
Banyak kampus di Amerika Serikat dan Kanada lebih memilih TOEFL iBT karena formatnya berbasis komputer dan sesuai dengan sistem pendidikan mereka. TOEFL sendiri sudah diakui lebih dari 11.500 institusi di 160 negara, dengan penerimaan yang kuat di kawasan Amerika Utara. Sementara itu, IELTS Academic menjadi pilihan utama di Inggris, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara Eropa. Walaupun TOEFL juga diterima di negara-negara tersebut, IELTS sering dianggap lebih umum digunakan.
Baik TOEFL maupun IELTS diakui secara internasional dan digunakan oleh banyak universitas di seluruh dunia, termasuk Amerika, Inggris, Australia, dan Kanada. Namun, beberapa kampus di Inggris memiliki preferensi khusus yang menjadikan IELTS sebagai syarat utama, terutama untuk penerimaan mahasiswa baru.
Memahami perbedaan TOEFL dan IELTS sangat penting sebelum mendaftar kuliah di luar negeri. Dengan mengetahui negara mana yang lebih memerlukan salah satu tes, kamu bisa memilih ujian yang tepat dan mempersiapkan diri secara lebih efektif sesuai tujuan studimu.
2. Perbedaan Metode Pengujian
Mengetahui bagaimana TOEFL dan IELTS dipahami dalam kerangka Common European Framework of Reference (CEFR) dapat membantumu memahami tingkat kemampuan bahasa Inggris secara lebih universal. CEFR membagi penguasaan bahasa ke dalam empat tingkat: B1, B2, C1, dan C2, yang bisa diterjemahkan ke skor TOEFL maupun IELTS.
Tingkat CEFR | IELTS (Overall Band) | TOEFL iBT (Total Score) |
C2 | 9.0 | 118 – 120 |
C1 | 8.0 | 110 – 114 |
B2 | 6.5 | 79 – 93 |
B1 | 5.0 | 35 – 45 |
Setelah memahami perbedaan toefl dan ielts dalam konteks kerangka CEFR, kamu bisa lebih mudah menyesuaikan target skor dengan tujuan studi atau profesional. IELTS cocok untuk mengukur tingkat kemampuan secara band (0 – 9), sementara TOEFL iBT menunjukkan total skor (0 – 120). Dengan memahami padanan skor, misalnya, band 6.5 di IELTS setara dengan skor TOEFL sekitar 79 – 93 pada level B2, kamu bisa merencanakan persiapan lebih efisien sesuai level kemampuanmu.
3. Perbedaan pada Bahasa Inggris yang Digunakan
Salah satu perbedaan toefl dan ielts terletak pada aksen bahasa Inggris yang digunakan dalam ujian listening. TOEFL iBT umumnya menggunakan aksen Amerika Utara (North American English) dengan konteks percakapan dan materi akademik yang sesuai dengan lingkungan pendidikan di Amerika dan Kanada. Sementara itu, IELTS menghadirkan variasi aksen yang lebih luas, seperti British, Australian, New Zealand, dan juga American English, sehingga peserta ujian terbiasa dengan bahasa Inggris internasional.
Dalam bagian speaking, TOEFL tidak melibatkan interaksi langsung dengan penguji, melainkan merekam jawaban melalui komputer. Di sini, tidak ada kewajiban menggunakan aksen tertentu, namun peserta dianjurkan konsisten menggunakan gaya bahasa yang dipilih, baik British maupun American English. Sebaliknya, IELTS speaking dilakukan secara tatap muka atau melalui video call dengan penguji asli, yang memberi kesempatan untuk menyesuaikan aksen secara alami. IELTS juga menerima berbagai aksen tanpa penalti, selama pelafalan jelas dan mudah dipahami.
Dari segi penulisan (writing) dan kosa kata, TOEFL lebih sering menggunakan standar penulisan Amerika, seperti “color” dan “organize”, tetapi ejaan British tetap diterima asalkan konsisten. IELTS lebih fleksibel karena menerima ejaan British maupun American English, selama penggunaannya konsisten dalam seluruh ujian.
Baca Juga : Contoh Soal Structure TOEFL yang Perlu Kamu Tahu
4. Perbedaan Durasi Test
Salah satu perbedaan toefl dan ielts yang perlu kamu ketahui adalah dari segi durasi tes. TOEFL iBT umumnya berlangsung sekitar 3 jam, yang mencakup empat bagian: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Sebelumnya, TOEFL memakan waktu sekitar 3,5 jam, namun durasinya kini dipersingkat agar lebih efisien tanpa mengurangi cakupan materi. Semua bagian tes TOEFL biasanya dikerjakan di hari yang sama dan langsung secara berurutan.
Sementara itu, IELTS memiliki durasi total sekitar 2 jam 45 menit, yang terdiri dari Listening (30 menit), Reading (60 menit), dan Writing (60 menit) yang dikerjakan tanpa jeda, sedangkan Speaking dilakukan secara terpisah, baik di hari yang sama maupun dalam jangka waktu satu minggu sebelum atau sesudah tes utama. Perbedaan jadwal ini membuat IELTS lebih fleksibel untuk bagian Speaking, sementara TOEFL memberikan pengalaman ujian yang lebih terintegrasi.
5. Perbedaan Perhitungan Skor IELTS dan TOEFL
Memahami apa perbedaan toefl dan ielts dari sisi sistem penilaian di setiap bagian tes akan membantumu mempersiapkan strategi belajar yang tepat. Kedua tes sama-sama menguji Listening, Reading, Writing, dan Speaking, namun format skor serta cara penghitungan nilainya berbeda.
Bagian Tes | IELTS (Academic) | TOEFL iBT |
Listening | Skor band 0 – 9 berdasarkan jumlah jawaban benar (40 soal). Setiap nilai dikonversi ke band skor, lalu dibulatkan ke .0 atau .5 | Skor 0 – 30 berdasarkan jumlah jawaban benar (34 – 51 soal). Nilai mentah dikonversi ke skala 0 – 30 |
Reading | Skor band 0 – 9, 40 soal, nilai mentah dikonversi ke band skor, dibulatkan ke .0 atau .5 | Skor 0 – 30, jumlah soal 30 – 40, nilai dikonversi ke skala 0 – 30 |
Writing | Skor band 0 – 9, dinilai oleh dua penilai manusia berdasarkan task achievement, coherence, vocabulary, dan grammar. Hasil akhir dibulatkan ke .0 atau .5 | Skor 0 – 30, dinilai oleh gabungan penilai manusia berdasarkan struktur, kosakata, dan koherensi |
Speaking | Skor band 0 – 9, wawancara langsung atau via video call dengan penguji manusia, dinilai dari kelancaran, pelafalan, kosakata, dan koherensi | Skor 0 – 30, berbicara melalui mikrofon, dinilai oleh penilai manusia |
Dengan memahami apa perbedaan toefl dan ielts dalam perhitungan skor tiap bagian tes, kamu bisa menyesuaikan metode belajar sesuai format penilaian yang digunakan. IELTS menggunakan sistem band score yang dibulatkan ke .0 atau .5 untuk setiap bagian, sementara TOEFL menggunakan skala numerik 0 – 30 yang dijumlahkan menjadi total 0 – 120. Pilihlah tes yang paling sesuai dengan gaya belajar dan target nilai agar persiapan menjadi lebih efektif dan hasil ujian optimal.
Baca Juga : Perbandingan Nilai TOEFL, IELTS dan TOEIC
Secara keseluruhan, perbedaan toefl dan ielts terletak pada format ujian, jenis bahasa Inggris yang digunakan, durasi tes, serta sistem penilaian. TOEFL lebih banyak digunakan di Amerika Serikat dan Kanada dengan format ujian berbasis komputer, sedangkan IELTS lebih populer di Inggris, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara Eropa dengan pilihan ujian berbasis kertas atau komputer. Dari segi bahasa, TOEFL cenderung menggunakan American English, sementara IELTS lebih menonjolkan British English. Skor yang dihasilkan juga berbeda: TOEFL menggunakan rentang 0 – 120, sedangkan IELTS menggunakan band score 0 – 9.
Jika ingin meraih skor tinggi di TOEFL maupun IELTS, kamu perlu strategi belajar yang tepat, latihan yang terarah, dan bimbingan dari pengajar berpengalaman. Persiapan mandiri memang mungkin dilakukan, tetapi seringkali kurang efektif tanpa evaluasi rutin dan materi yang terstruktur. Di sinilah pentingnya memilih lembaga kursus yang profesional, terpercaya, dan memiliki metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan.
ICAN English, yang merupakan partner resmi ICAN Education, siap membantumu mencapai target skor TOEFL atau IELTS dengan metode pembelajaran yang lengkap, menyenangkan, dan sesuai kebutuhan. Dengan berbagai program mulai dari persiapan TOEFL, IELTS, business English, hingga conversation class, kamu bisa belajar dengan nyaman sekaligus efektif. Segera daftar di ICAN English dan wujudkan impian kuliah atau berkarir di luar negeri dengan skor bahasa Inggris terbaikmu!