Perbedaan TOEFL dan IELTS jadi hal penting yang sering dicari banyak calon mahasiswa internasional sebelum menentukan tes bahasa Inggris yang paling cocok. Kedua tes ini sama-sama diakui secara global sebagai sertifikasi kemampuan bahasa Inggris, tapi punya sistem dan penggunaan yang sedikit berbeda. TOEFL lebih mengarah ke American English dan biasanya lebih sering dipakai oleh kampus di Amerika Serikat dan Kanada, sedangkan IELTS menggunakan British English atau English internasional yang juga mencakup aksen Australia.
Kalau dilihat lebih dalam, TOEFL cenderung berbasis komputer dengan format akademik yang lebih terstruktur, sementara IELTS punya pilihan tes berbasis paper maupun komputer dengan model pertanyaan yang lebih variatif, termasuk speaking langsung dengan examiner. IELTS juga lebih sering dipakai untuk kebutuhan imigrasi ke negara seperti Inggris, Australia, dan Selandia Baru, sedangkan TOEFL lebih fokus ke kebutuhan akademik di universitas.
Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih mudah menentukan tes mana yang paling sesuai dengan tujuan studi atau rencana karir internasional kamu. Pemilihan yang tepat sejak awal akan bikin proses persiapan jadi lebih efektif dan nggak buang waktu. Berikut beberapa perbedaan antara TOEFL dan IELTS yang harus kamu pahami:
Topik Pembahasan
- 1. Syarat Masuk Kuliah di Universitas Luar Negeri
- 2. Perbedaan Metode Pengujian
- 3. Perbedaan pada Bahasa Inggris yang Digunakan
- 4. Perbedaan Durasi Test
- 5. Perbedaan Perhitungan Skor IELTS dan TOEFL
- 6. Perbedaan IELTS dan TOEFL dari Sistem Penyelenggaraan Ujian
- 7. Perbedaan TOEFL dan IELTS dari Sistem Pengiriman Skor
1. Syarat Masuk Kuliah di Universitas Luar Negeri
Banyak kampus di Amerika Serikat dan Kanada lebih memilih TOEFL iBT karena formatnya berbasis komputer dan sesuai dengan sistem pendidikan mereka. TOEFL sendiri sudah diakui lebih dari 11.500 institusi di 160 negara, dengan penerimaan yang kuat di kawasan Amerika Utara. Sementara itu, IELTS Academic menjadi pilihan utama di Inggris, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara Eropa. Walaupun TOEFL juga diterima di negara-negara tersebut, IELTS sering dianggap lebih umum digunakan.
Baik TOEFL maupun IELTS diakui secara internasional dan digunakan oleh banyak universitas di seluruh dunia, termasuk Amerika, Inggris, Australia, dan Kanada. Namun, beberapa kampus di Inggris memiliki preferensi khusus yang menjadikan IELTS sebagai syarat utama, terutama untuk penerimaan mahasiswa baru.
Memahami perbedaan TOEFL dan IELTS sangat penting sebelum mendaftar kuliah di luar negeri. Dengan mengetahui negara mana yang lebih memerlukan salah satu tes, kamu bisa memilih ujian yang tepat dan mempersiapkan diri secara lebih efektif sesuai tujuan studimu.
2. Perbedaan Metode Pengujian
Mengetahui bagaimana TOEFL dan IELTS dipahami dalam kerangka Common European Framework of Reference (CEFR) dapat membantumu memahami tingkat kemampuan bahasa Inggris secara lebih universal. CEFR membagi penguasaan bahasa ke dalam empat tingkat: B1, B2, C1, dan C2, yang bisa diterjemahkan ke skor TOEFL maupun IELTS.
| Tingkat CEFR | IELTS (Overall Band) | TOEFL iBT (Total Score) |
| C2 | 9.0 | 118 – 120 |
| C1 | 8.0 | 110 – 114 |
| B2 | 6.5 | 79 – 93 |
| B1 | 5.0 | 35 – 45 |
Setelah memahami perbedaan toefl dan ielts dalam konteks kerangka CEFR, kamu bisa lebih mudah menyesuaikan target skor dengan tujuan studi atau profesional. IELTS cocok untuk mengukur tingkat kemampuan secara band (0 – 9), sementara TOEFL iBT menunjukkan total skor (0 – 120). Dengan memahami padanan skor, misalnya, band 6.5 di IELTS setara dengan skor TOEFL sekitar 79 – 93 pada level B2, kamu bisa merencanakan persiapan lebih efisien sesuai level kemampuanmu.
3. Perbedaan pada Bahasa Inggris yang Digunakan
Salah satu perbedaan toefl dan ielts terletak pada aksen bahasa Inggris yang digunakan dalam ujian listening. TOEFL iBT umumnya menggunakan aksen Amerika Utara (North American English) dengan konteks percakapan dan materi akademik yang sesuai dengan lingkungan pendidikan di Amerika dan Kanada. Sementara itu, IELTS menghadirkan variasi aksen yang lebih luas, seperti British, Australian, New Zealand, dan juga American English, sehingga peserta ujian terbiasa dengan bahasa Inggris internasional.
Dalam bagian speaking, TOEFL tidak melibatkan interaksi langsung dengan penguji, melainkan merekam jawaban melalui komputer. Di sini, tidak ada kewajiban menggunakan aksen tertentu, namun peserta dianjurkan konsisten menggunakan gaya bahasa yang dipilih, baik British maupun American English. Sebaliknya, IELTS speaking dilakukan secara tatap muka atau melalui video call dengan penguji asli, yang memberi kesempatan untuk menyesuaikan aksen secara alami. IELTS juga menerima berbagai aksen tanpa penalti, selama pelafalan jelas dan mudah dipahami.
Dari segi penulisan (writing) dan kosa kata, TOEFL lebih sering menggunakan standar penulisan Amerika, seperti “color” dan “organize”, tetapi ejaan British tetap diterima asalkan konsisten. IELTS lebih fleksibel karena menerima ejaan British maupun American English, selama penggunaannya konsisten dalam seluruh ujian.
4. Perbedaan Durasi Test
Salah satu perbedaan toefl dan ielts yang perlu kamu ketahui adalah dari segi durasi tes. TOEFL iBT umumnya berlangsung sekitar 3 jam, yang mencakup empat bagian: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Sebelumnya, TOEFL memakan waktu sekitar 3,5 jam, namun durasinya kini dipersingkat agar lebih efisien tanpa mengurangi cakupan materi. Semua bagian tes TOEFL biasanya dikerjakan di hari yang sama dan langsung secara berurutan.
Sementara itu, IELTS memiliki durasi total sekitar 2 jam 45 menit, yang terdiri dari Listening (30 menit), Reading (60 menit), dan Writing (60 menit) yang dikerjakan tanpa jeda, sedangkan Speaking dilakukan secara terpisah, baik di hari yang sama maupun dalam jangka waktu satu minggu sebelum atau sesudah tes utama. Perbedaan jadwal ini membuat IELTS lebih fleksibel untuk bagian Speaking, sementara TOEFL memberikan pengalaman ujian yang lebih terintegrasi.

Baca Juga : Contoh Soal Structure TOEFL yang Perlu Kamu Tahu
5. Perbedaan Perhitungan Skor IELTS dan TOEFL
Memahami apa perbedaan toefl dan ielts dari sisi sistem penilaian di setiap bagian tes akan membantumu mempersiapkan strategi belajar yang tepat. Kedua tes sama-sama menguji Listening, Reading, Writing, dan Speaking, namun format skor serta cara penghitungan nilainya berbeda.
| Bagian Tes | IELTS (Academic) | TOEFL iBT |
| Listening | Skor band 0 – 9 berdasarkan jumlah jawaban benar (40 soal). Setiap nilai dikonversi ke band skor, lalu dibulatkan ke .0 atau .5 | Skor 0 – 30 berdasarkan jumlah jawaban benar (34 – 51 soal). Nilai mentah dikonversi ke skala 0 – 30 |
| Reading | Skor band 0 – 9, 40 soal, nilai mentah dikonversi ke band skor, dibulatkan ke .0 atau .5 | Skor 0 – 30, jumlah soal 30 – 40, nilai dikonversi ke skala 0 – 30 |
| Writing | Skor band 0 – 9, dinilai oleh dua penilai manusia berdasarkan task achievement, coherence, vocabulary, dan grammar. Hasil akhir dibulatkan ke .0 atau .5 | Skor 0 – 30, dinilai oleh gabungan penilai manusia berdasarkan struktur, kosakata, dan koherensi |
| Speaking | Skor band 0 – 9, wawancara langsung atau via video call dengan penguji manusia, dinilai dari kelancaran, pelafalan, kosakata, dan koherensi | Skor 0 – 30, berbicara melalui mikrofon, dinilai oleh penilai manusia |
Dengan memahami apa perbedaan toefl dan ielts dalam perhitungan skor tiap bagian tes, kamu bisa menyesuaikan metode belajar sesuai format penilaian yang digunakan. IELTS menggunakan sistem band score yang dibulatkan ke .0 atau .5 untuk setiap bagian, sementara TOEFL menggunakan skala numerik 0 – 30 yang dijumlahkan menjadi total 0 – 120. Pilihlah tes yang paling sesuai dengan gaya belajar dan target nilai agar persiapan menjadi lebih efektif dan hasil ujian optimal.
6. Perbedaan IELTS dan TOEFL dari Sistem Penyelenggaraan Ujian
perbedaan IELTS dan TOEFL bisa kamu lihat pertama dari sisi lembaga penyelenggara dan cara sistem ujiannya berjalan secara global. TOEFL iBT diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) dari Amerika Serikat, dengan sistem yang sangat terpusat. Semua soal, penilaian, sampai hasil ujian dikontrol langsung oleh satu lembaga ini, jadi standarnya benar-benar seragam di seluruh dunia tanpa banyak variasi.
Sementara itu, IELTS dikelola oleh tiga institusi besar sekaligus, yaitu British Council, IDP Education, dan Cambridge Assessment English. Sistemnya lebih kolaboratif dan tersebar secara internasional, jadi penyelenggaraannya bisa berbeda di beberapa negara, tapi tetap dalam standar yang sama. IELTS juga punya beberapa versi seperti Academic, General Training, dan UKVI yang disesuaikan dengan kebutuhan studi, kerja, atau imigrasi.
Dari sini, kamu bisa lihat kalau TOEFL cenderung lebih “satu sistem global” yang rapi dan terpusat, sedangkan IELTS lebih fleksibel karena dikelola banyak lembaga. Perbedaan IELTS dan TOEFL ini penting banget dipahami sejak awal, biar kamu bisa pilih tes yang paling sesuai dengan tujuan kuliah atau rencana masa depan di luar negeri.
7. Perbedaan TOEFL dan IELTS dari Sistem Pengiriman Skor
beda TOEFL dan IELTS juga bisa kamu lihat dari cara pengiriman hasil skor ke universitas. TOEFL memakai sistem digital dari ETS yang cukup fleksibel. Ada fitur ScoreSelect® yang bikin kamu bisa memilih skor terbaik untuk dikirim ke kampus tujuan. Jadi, kamu punya kontrol lebih untuk menentukan hasil mana yang ingin dipakai. Hasil TOEFL biasanya sudah keluar dalam waktu sekitar 4–8 hari setelah tes selesai.
Sementara itu, IELTS memakai sistem yang lebih formal lewat Test Report Form (TRF). Skor IELTS dikirim langsung oleh pihak penyelenggara seperti British Council atau IDP ke institusi tujuan, tanpa opsi memilih skor tertentu seperti TOEFL. Jadi, apa pun hasilnya akan langsung tercantum di TRF resmi yang dikirim ke universitas.
Dari sini kelihatan jelas kalau TOEFL lebih fleksibel karena kamu bisa atur skor yang dikirim, sedangkan IELTS lebih kaku dan resmi karena semua hasil langsung dipakai apa adanya. Perbedaan TOEFL dan IELTS ini penting dipahami supaya kamu bisa pilih tes yang paling sesuai dengan kebutuhan kuliah atau rencana studi ke luar negeri.
Baca Juga: Perbandingan Nilai TOEFL, IELTS dan TOEIC
Apa bedanya TOEFL dan IELTS? Hal tersebut bisa kamu lihat dari beberapa hal penting seperti sistem ujian, cara penilaian, hingga pengiriman skor. TOEFL cenderung berbasis American English dengan sistem digital yang fleksibel, sedangkan IELTS lebih global dengan format British/International English dan proses yang lebih formal. Dua-duanya sama-sama diakui secara internasional, jadi pilihan terbaiknya tergantung kebutuhan kampus dan rencana studi kamu ke luar negeri.
Biar persiapan bahasa Inggris kamu makin maksimal, ICAN Education juga punya mitra belajar bernama ICAN Learning Centre (ILC). Di sini kamu bisa ikut berbagai program seperti Kursus IELTS, TOEFL iBT, TOEFL ITP, General English, Conversation, SAT Preparation, Corporate English, sampai TOEIC. Pilihannya fleksibel banget, ada kelas Online, Offline, sampai kelas khusus perusahaan yang lebih eksklusif.
ILC juga bantu kamu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus persiapan TOEFL atau IELTS yang dibutuhkan untuk kuliah luar negeri. Jadi, kalau kamu serius mau lanjut studi ke luar negeri, sekarang saatnya ambil langkah nyata. Mulai persiapan tes bahasa Inggris di ILC biar perjalanan kuliah kamu jadi lebih mudah, terarah, dan siap bersaing secara global!



