Pernah bingung bagaimana mengekspresikan rencana masa depan dalam bahasa Inggris? Simple Future Tense adalah jawabannya. Tense ini penting untuk dipelajari karena membantu kamu menyampaikan niat, prediksi, atau keputusan secara jelas dan terstruktur. Dengan menguasainya, kamu bisa lebih percaya diri saat berbicara maupun menulis dalam berbagai situasi. Kamu juga bisa menggunakannya untuk percakapan kasual sampai kebutuhan akademik.
Nah, untuk pembahasan kali ini, kamu akan mempelajari apa itu simple future tense, rumus simple future tense, sampai contoh kalimat yang mudah kamu tiru. Pemahaman tepat akan membuat kemampuan Bahasa Inggris meningkat, terutama dalam konteks rencana, harapan, atau sesuatu yang akan terjadi di masa depan.
Topik Pembahasan
Apa Itu Simple Future Tense?
Apa itu simple future tense adalah bentuk waktu dalam bahasa Inggris untuk menggambarkan rencana atau prediksi yang akan berlangsung di masa depan. Jika kamu pernah bingung bagaimana cara menyampaikan prediksi, janji, atau keputusan spontan, tense inilah yang menjadi kuncinya. Belajar simple future tense adalah penting, karena kegunaannya yang sangat beragam, seperti:
- Digunakan untuk memprediksi peristiwa di masa depan, contohnya: It will rain tomorrow.
- Menyatakan keputusan spontan, terutama dengan subjek “I” atau “We”, misalnya: I’ll buy it.
- Mengungkapkan kesediaan atau menawarkan bantuan: I’ll paint it.
- Menyatakan kesediaan orang lain atau menawarkan bantuan, seperti: She’ll call him for you.
- Dalam bentuk negatif, digunakan untuk menunjukkan penolakan atau ketidaksediaan: The kids won’t sleep.
- Menunjukkan tekad atau ketegasan, contohnya: I won’t leave this building until I’ve seen your boss!
- Dengan “shall” pada subjek “I” untuk menawarkan sesuatu: Shall I carry it for you?
- Dengan “shall” pada subjek “we” untuk membuat saran: Shall we go tonight?
- Bertanya untuk meminta saran atau petunjuk: What shall I tell the kid about her mom?
- Memberikan perintah menggunakan “you”: You will meet our clients after lunch.
- Mengajak atau mengundang seseorang: Will you come to the party?
- Digunakan saat membuat ajakan yang lebih serius: Will you marry me?
Tense ini juga digunakan menyampaikan niat, asumsi, atau kesediaan seseorang melakukan sesuatu. Saat digunakan, pembicaranya tidak selalu menyatakan fakta, tetapi lebih ke maksud atau prediksi tentang sesuatu yang mungkin terjadi. Karena itu, menguasai tense ini sangat penting untuk komunikasi sehari-hari, penulisan rencana, maupun saat berdiskusi tentang kejadian di masa depan.

Rumus Lengkap Simple Future Tense dan Contoh Kalimatnya
Salah satu ciri khas tense ini adalah penggunaan kata kerja dasar atau verb 1 dalam semua bentuk kalimat, mirip seperti simple present tense. Selain itu, kata kerjanya tidak mengalami perubahan apapun meskipun subjeknya berbeda. Jadi, ketika kamu membuat kalimat dengan subjek I, You, We, They, He, She, It, termasuk subjek tunggal maupun jamak, bentuk verb yang dipakai tetap verb 1. Aturan ini berlaku untuk semua jenis kalimat, baik positif, negatif, maupun kalimat tanya.
Pada simple future tense, setiap jenis kalimat positif, negatif, dan kalimat tanya memiliki rumus berbeda. Itulah mengapa kamu perlu memahaminya satu per satu agar tidak salah dalam menyusun struktur kalimat. Di bagian ini, kamu akan melihat penjelasan lengkap mengenai setiap rumus beserta contoh kalimatnya agar lebih mudah dipahami. Yuk, simak tiap penjelasannya agar kamu semakin mahir menggunakan simple future tense dalam percakapan maupun penulisan!
Bentuk Kalimat Positif (Affirmative)
Rumus simple future tense untuk bentuk positif digunakan ketika kamu ingin menyatakan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Rumus pertama adalah Subject + will/shall + V1 + Object, yang biasanya dipakai untuk menyampaikan prediksi atau niat. Contohnya: She will start her new job next month. Kalimat ini menunjukkan bahwa tindakan tersebut belum terjadi, tetapi diyakini akan terjadi di masa depan.
Rumus lainnya adalah Subject + to be (am/is/are) going to + V1, yang biasanya dipakai untuk menyatakan rencana yang sudah diputuskan sebelumnya. Contohnya: I am going to visit my grandparents this weekend. Kalimat ini menjelaskan bahwa kamu sudah memiliki rencana yang jelas dan kemungkinan besar akan melakukannya. Dua pola ini sama-sama penting untuk mengungkapkan berbagai bentuk aktivitas di masa depan dengan tepat.
Bentuk Kalimat Negatif (Negative)
Bentuk negatif digunakan ketika kamu ingin menyatakan bahwa suatu tindakan tidak akan terjadi. Rumus pertama adalah Subject + will/shall + not + V1 + Object, contohnya: They will not join the meeting tomorrow. Kalimat ini menjelaskan bahwa subjek sudah dipastikan tidak akan melakukan tindakan tersebut di masa depan. Penggunaan “will not” menunjukkan penolakan atau ketidakterlibatan.
Rumus lainnya adalah Subject + to be (am/is/are) + not + going to + V1, yang dipakai untuk menunjukkan rencana yang tidak akan dilakukan. Contohnya: She is not going to buy a new phone this year. Kalimat ini menegaskan bahwa ternyata ada keputusan untuk tidak melakukan tindakan itu. Bentuk negatif ini berguna ketika kamu ingin memperjelas penolakan atau perubahan rencana secara lebih halus.
Bentuk Kalimat Tanya (Interrogative)
Bentuk interrogative dipakai saat kamu ingin menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan masa depan. Rumus pertama adalah Will/shall + Subject + V1 + Object, contohnya: Will you attend the workshop next week? Kalimat ini digunakan untuk menanyakan kesediaan atau rencana seseorang. Penggunaan “will” membuat pertanyaan terdengar jelas dan langsung.
Rumus lainnya adalah To be (am/is/are) + Subject + going to + V1, contohnya: Are they going to move to a new apartment? Rumus ini biasanya dipakai untuk menanyakan rencana yang sudah terlihat tanda-tandanya. Pertanyaannya bersifat lebih mengkonfirmasi apakah suatu rencana benar-benar akan dilakukan. Dengan memahami rumus ini, kamu bisa bertanya tentang rencana dan keputusan orang lain dengan lebih tepat.
Baca Juga: Rumus Simple Future Tense lengkap
Memahami rumus simple future tense membantu membentuk kalimat yang berhubungan dengan rencana, niat, prediksi, atau keputusan di masa depan. Setiap jenis kalimat positif, negatif, dan tanya, punya rumus berbeda yang harus kamu kuasai agar struktur kalimat lebih tepat. Dengan memahami penggunaannya, kamu bisa berkomunikasi dengan lebih jelas dan percaya diri dalam berbagai situasi.
Ingin belajar bahasa Inggris dengan cara yang lebih seru, terarah, dan sesuai kebutuhanmu? Kamu bisa belajar lewat ICAN English mulai hari ini! Sebagai platform pembelajaran bahasa Inggris dari ICAN Education, ICAN English menyediakan berbagai program kursus buat kamu yang ingin meningkatkan skill speaking, grammar, writing, hingga persiapan kuliah atau kerja di luar negeri. Yuk, gabung di kelasnya dan tingkatkan kemampuan kamu dari sekarang!



