Sesulit apa sih tes TOEFL itu? Banyak yang bilang TOEFL adalah salah satu tes bahasa Inggris paling sulit karena bukan cuma menguji grammar, tapi juga listening, reading, sampai writing dalam waktu terbatas. Banyak peserta tes juga merasa kewalahan saat pertama kali ikut. Tapi sebenarnya, yang bikin skor rendah sering kali bukan semata-mata karena tesnya terlalu susah, melainkan karena cara belajar TOEFL yang kurang tepat.
Terkadang, kamu cuma hafal rumus grammar tanpa latihan soal atau jarang latihan listening pakai audio beraksen asli. Bisa juga karena kamu nggak pernah simulasi tes dengan timer. Akibatnya, saat hari H datang, kamu panik, kehabisan waktu, dan nggak terbiasa dengan format soalnya. Ada beberapa cara supaya kamu bisa belajar TOEFL dengan lebih efektif dan terarah. Nah, di artikel ini, kamu akan mendapatkan informasi tips ampuh belajar TOEFL yang bikin skor kamu jadi naik.
Topik Pembahasan
- Cara Belajar TOEFL dari Dasar
- 1. Kenali Format Tes TOEFL Sebelum Mulai Belajar
- 2. Buat Jadwal Belajar TOEFL yang Realistis
- 3. Atur Ruang Belajar yang Bikin Kamu Fokus
- 4. Manfaatkan Study Guide Resmi dan Rutin Latihan Practice Test
- 5. Pakai Tutor atau Gabung Kelas Persiapan TOEFL
- 6. Strategi Belajar Reading and Writing Comprehension
- 7. Strategi Belajar Speaking and Listening Comprehension
Cara Belajar TOEFL dari Dasar
Sesulit apa sih tes TOEFL itu? Banyak yang bilang TOEFL adalah salah satu tes bahasa Inggris paling sulit karena bukan cuma menguji grammar, tapi juga listening, reading, sampai writing dalam waktu terbatas. Nggak heran kalau banyak yang merasa kewalahan saat pertama kali ikut. Tapi sebenarnya, yang bikin skor rendah sering kali bukan semata-mata karena tesnya terlalu susah, melainkan karena cara belajar TOEFL yang kurang tepat.
Banyak yang cuma hafal rumus grammar tanpa latihan soal, jarang latihan listening pakai audio beraksen asli, atau nggak pernah simulasi tes dengan timer. Akibatnya, saat hari H datang, kamu panik, kehabisan waktu, dan nggak terbiasa dengan format soalnya. Nah, ada beberapa cara supaya kamu bisa belajar dasar TOEFL dengan lebih efektif dan terarah. Semua itu akan dibahas secara gamblang di artikel ini.
1. Kenali Format Tes TOEFL Sebelum Mulai Belajar
Sebelum kamu serius belajar, penting banget buat kenal dulu sama format tes TOEFL. Tes ini terdiri dari empat section utama: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Masing-masing punya tipe soal dan durasi yang berbeda, jadi kamu nggak bisa pakai strategi yang sama untuk semuanya.
Di bagian Reading, kamu akan membaca 3–4 teks akademik lalu menjawab berbagai pertanyaan dalam waktu sekitar 60–80 menit. Section Listening menuntut kamu fokus menyimak 4–6 lecture dan beberapa percakapan dengan durasi total 60–90 menit. Karena audionya hanya diputar sekali, kamu harus terbiasa mencatat poin penting dengan cepat. Banyak peserta kehilangan poin di sini karena kurang latihan dan nggak familiar dengan aksen penutur aslinya.
Untuk Speaking, kamu akan mengerjakan 2 tugas independen dan 4 tugas terintegrasi dalam waktu sekitar 20 menit. Artinya, kamu harus bisa berpikir cepat dan menyampaikan jawaban secara jelas dalam waktu singkat. Terakhir, di bagian Writing, ada 1 tugas integrated dan 1 tugas independent yang menguji kemampuanmu menyusun argumen secara runtut. Kalau kamu sudah paham format lengkapnya, persiapan jadi lebih matang dan kamu nggak gampang panik saat hari tes tiba.
2. Buat Jadwal Belajar TOEFL yang Realistis
Supaya persiapan kamu nggak berantakan, bikin jadwal belajar yang jelas dan terstruktur itu wajib banget. Idealnya, luangkan waktu minimal 5 jam per minggu dan dibagi ke beberapa hari supaya nggak burnout. Misalnya, kamu bisa belajar 1–2 jam per hari selama 3–4 hari dalam seminggu. Dengan pola seperti ini, otak kamu tetap fresh dan materi lebih gampang dipahami.
Coba tulis jadwal spesifik, lengkap dengan tanggal dan fokus materinya. Contohnya, “Senin, 07.00–08.00 fokus Reading dan Writing” atau “Rabu, latihan Listening dan review vocabulary.” Jangan lupa alokasikan waktu lebih banyak untuk section yang menurut kamu paling challenging. Kunci utamanya adalah konsisten dan benar-benar menjalankan jadwal yang sudah kamu buat.
3. Atur Ruang Belajar yang Bikin Kamu Fokus
Supaya sesi belajar kamu lebih efektif, coba atur ruang belajar yang nyaman dan minim distraksi. Pilih tempat yang bebas dari gangguan seperti notifikasi media sosial, TV, atau barang-barang yang bikin kamu terdistraksi. Pastikan semua perlengkapan seperti laptop, buku, catatan, headset, sampai air minum dan camilan sudah ada di dekat kamu. Dengan begitu, kamu nggak perlu bolak-balik dan bisa tetap fokus lebih lama.
Kamu juga nggak harus terpaku di satu tempat yang sama setiap hari. Kalau hari ini kamu nyaman belajar di kamar sambil dengar musik santai, besok kamu bisa coba suasana berbeda seperti di ruang tamu atau coffee shop favorit. Ada yang lebih fokus dalam suasana sunyi, tapi ada juga yang justru produktif dengan sedikit background noise. Temukan vibe yang paling cocok buat kamu supaya belajar terasa lebih enjoy dan nggak membosankan.
4. Manfaatkan Study Guide Resmi dan Rutin Latihan Practice Test
Salah satu cara belajar paling efektif buat meningkatkan skor TOEFL adalah pakai study guide resmi dan rutin mengerjakan practice test. Kamu bisa menemukan berbagai panduan gratis secara online, tapi kalau memungkinkan, pilih versi resmi TOEFL supaya format dan level soalnya benar-benar akurat.
Luangkan waktu setiap hari untuk mengerjakan beberapa soal agar kamu makin familiar dengan tipe pertanyaan dan sistem penilaiannya. Semakin sering latihan, semakin kecil kemungkinan kamu kaget saat hari ujian tiba. Practice test juga membantu kamu memahami ritme dan tekanan waktu yang akan kamu hadapi. Banyak peserta merasa lebih siap setelah mencoba simulasi tes secara online karena suasananya mirip dengan ujian asli.

5. Pakai Tutor atau Gabung Kelas Persiapan TOEFL
Kalau kamu merasa kewalahan menghadapi TOEFL, itu hal yang wajar banget. Supaya lebih terarah, kamu bisa mempertimbangkan ikut kelas persiapan atau menyewa tutor untuk sesi 1 on 1. Dengan bimbingan langsung, kamu jadi tahu letak kelemahanmu dan bisa dapat feedback yang lebih personal. Cara ini cocok banget buat kamu yang butuh struktur belajar yang lebih jelas dan intensif.
Selain tutor privat, kamu juga bisa cari kelas TOEFL di perpustakaan, community center, atau platform online. Banyak pilihan kelas dengan jadwal fleksibel yang bisa disesuaikan dengan rutinitas kamu. Lingkungan belajar bareng peserta lain juga bisa bikin kamu lebih termotivasi dan nggak merasa sendirian dalam prosesnya. Yang penting, pilih metode belajar yang paling sesuai dengan gaya dan kebutuhan kamu.
6. Strategi Belajar Reading and Writing Comprehension
Banyak peserta TOEFL kehilangan poin di bagian Reading dan Writing bukan karena nggak bisa bahasa Inggris, tapi karena kurang strategi. Biasanya kamu kehabisan waktu saat membaca teks panjang, sulit menangkap ide utama, atau bingung menyusun esai yang terstruktur. Ada juga yang minim kosakata sehingga susah memahami konteks bacaan. Di Writing, masalah umum lainnya adalah esai yang nggak fokus, kurang thesis statement yang kuat, dan terlalu banyak grammar error.
Agar kamu bisa meningkatkan kemampuan Reading dan Writing, ada beberapa aspek belajar dan cara belajar yang bisa kamu coba. Yuk, simak semua penjelasan berikut supaya kamu bisa praktek dan buktikan sendiri hasilnya sebelum menghadapi TOEFL:
| Aspek Belajar | Cara Belajar |
| Reading Exposure | Baca teks bahasa Inggris setiap hari seperti buku level kampus, artikel berita, blog, atau majalah online untuk membiasakan diri dengan gaya akademik. |
| Identifikasi Ide Utama | Setelah membaca, tulis ringkasan singkat yang memuat semua poin utama dan dua sudut pandang jika ada. |
| Menyusun Ringkasan | Catat main points dan supporting details terlebih dulu, lalu kembangkan jadi satu paragraf utuh dan edit grammar serta ejaannya. |
| Reading Comprehension Check | Uji pemahaman dengan menjawab pertanyaan dasar seperti siapa, apa, kapan, di mana, dan mengapa. Bisa juga minta teman membuat kuis kecil. |
| Vocabulary Building | Catat kosakata baru di notebook, cari artinya, lalu buat flashcard untuk latihan mandiri. |
| Struktur Esai | Biasakan menulis dengan format introduction, body, dan conclusion serta gunakan thesis statement yang jelas. |
| Organisasi Paragraf | Fokus satu ide untuk setiap paragraf dan gunakan kata transisi seperti “In contrast to…” atau “To conclude…” agar alurnya rapi. |
| Manajemen Waktu Writing | Latih pembagian waktu: 4–5 menit perencanaan, waktu utama untuk menulis, dan 5 menit terakhir untuk revisi. |
| Fokus & Kejelasan | Tulis kalimat yang jelas, singkat, tetap pada topik utama, dan gunakan active voice agar argumen lebih kuat. |
Dengan mengikuti strategi di atas, kamu nggak cuma belajar lebih rajin, tapi juga lebih cerdas. Reading jadi lebih terarah karena kamu tahu cara menangkap inti bacaan, sementara Writing jadi lebih terstruktur dan mudah dipahami. Strategi ini membantu kamu menghemat waktu, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan skor secara signifikan. Jadi, daripada belajar asal-asalan, mending pakai sistem yang jelas supaya hasilnya maksimal.
7. Strategi Belajar Speaking and Listening Comprehension
Banyak peserta TOEFL merasa Speaking dan Listening adalah section paling bikin deg-degan. Biasanya kamu panik karena harus jawab cepat, kehabisan ide saat speaking, atau nggak fokus menangkap poin penting saat listening. Ada juga yang kesulitan memahami maksud tersirat (inference) dari pembicara. Akibatnya, jawaban jadi kurang terstruktur dan poin penting terlewat begitu saja.
| Aspek Belajar | Cara Belajar |
| Meningkatkan Rasa Percaya Diri | Sering-sering ngobrol dengan teman yang lancar berbahasa Inggris, bisa lewat tatap muka, telepon, atau video call agar kamu makin percaya diri berbicara berbagai topik. |
| Variasi Topik Percakapan | Biasakan diskusi tentang banyak tema, karena di tes kamu bisa dapat topik akademik maupun topik umum. |
| Struktur Jawaban Speaking | Latih pola jawaban: 1 pernyataan utama + 2–3 contoh pendukung agar respons kamu runtut dan mudah dipahami. |
| Simulasi Mini Speech | Baca artikel atau bab buku lalu buat ringkasan lisan berdurasi ±1 menit untuk membiasakan diri dengan format tes. |
| Paparan Audio Beragam | Dengarkan podcast, video, atau lecture dengan berbagai topik supaya telinga kamu terbiasa dengan aksen dan gaya bicara berbeda. |
| Teknik Mencatat Saat Listening | Catat poin utama selama mendengarkan, lalu tulis pertanyaan atau kesimpulan untuk melatih kemampuan inferensi. |
| Latihan Soal Inferensi | Biasakan menjawab pertanyaan seperti “Apa maksud pembicara?” atau “Apa yang bisa disimpulkan dari contoh tadi?” agar lebih siap menghadapi soal analisis. |
Dengan menerapkan strategi di atas, kamu nggak cuma latihan asal dengar atau asal ngomong, tapi benar-benar membangun skill yang diuji di TOEFL. Speaking jadi lebih terstruktur dan percaya diri, sementara Listening jadi lebih tajam dan analitis. Strategi ini bantu kamu mengontrol waktu, memahami maksud pembicara, dan menyampaikan jawaban dengan jelas.
Baca Juga: Masih Bingung Perbedaan TOEFL ITP dan iBT? Baca Informasinya di Sini!
Berapa Nilai Standar TOEFL untuk Kuliah di Luar Negeri? Info Lengkap di Sini!
Belajar TOEFL sebenarnya bukan soal seberapa pintar kamu dalam grammar, tapi seberapa tepat strategi yang kamu pakai. Semua strategi di atas punya peran penting dalam meningkatkan skor. Kalau dilakukan secara konsisten, belajar TOEFL dari dasar pun bisa membawa kamu ke skor tinggi yang kamu targetkan.
Ingin persiapan yang lebih terstruktur dan dibimbing langsung oleh mentor berpengalaman? Kamu bisa gabung ke ICAN English dari sekarang! Program ini adalah kursus belajar bahasa Inggris dari ICAN Education dirancang khusus untuk bantu kamu meningkatkan skill sekaligus siap menghadapi TOEFL dengan percaya diri. Yuk, mulai langkah pertama bareng ICAN English dan wujudkan skor TOEFL impianmu!



