Jurusan Aerospace Engineering (Teknik Dirgantara/Penerbangan) mempelajari perancangan, pengembangan, pengujian, dan produksi pesawat terbang, helikopter, satelit, dan roket. Bidang ini menggabungkan aerodinamika, struktur, material, dan sistem propulsi. Lulusan berpeluang bekerja di industri dirgantara (Boeing, Airbus, Dirgantara Indonesia), pertahanan, atau otomotif.
Selain teori, kamu juga akan mengembangkan berbagai keterampilan teknis, termasuk komputasi pesawat, systems engineering, dan flight testing. Jurusan ini penting, karena sektor industri penerbangan, eksplorasi luar angkasa, dan inovasi teknologi satelit membutuhkan insinyur aerospace. Nah, berikut daftar universitas terbaik untuk kuliah jurusan aerospace engineering yang wajib kamu pertimbangkan:
Topik Pembahasan
- 1. Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika
- 2. Nanyang Technological University, Singapore (NTU Singapore)
- 3. Tsinghua University, China
- 4. Technical University of Munich (TUM), Jerman
- 5. Technical University of Denmark (DTU), Denmark
- 6. The University of New South Wales (UNSW Sydney), Australia
- 7. The University of Sydney, Australia
- 8. The University of Melbourne, Australia
- 9. University of Nottingham, Inggris
- 10. Monash University, Australia
1. Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika

Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2025 untuk Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering, MIT menempati peringkat #1 dunia. Reputasi ini tidak lepas dari kualitas riset, fasilitas teknologi mutakhir, serta kontribusi besar MIT dalam inovasi di bidang penerbangan dan eksplorasi luar angkasa. Jurusan aerospace engineering di MIT berada di bawah departemen ternama AeroAstro (Aeronautics and Astronautics).
Melalui program Aerospace Engineering di MIT, kamu akan mempelajari pengembangan teknologi pesawat dan kendaraan antariksa. Kamu juga akan mendalami topik lanjutan seperti feedback and control, software engineering, serta digital systems dalam teknologi aerospace modern.
Jika kamu tertarik kuliah di bidang ini, simak beberapa pilihan program aerospace engineering dan estimasi biaya kuliah di MIT pada tahun 2026 berikut.
| Jurusan | Estimasi Biaya 2026 |
| Bachelor of Science in Aerospace Engineering | USD 61,990 per year |
| Master of Science (SM) in Aerospace | USD 59,750 per year |
| Doctor of Philosophy (PhD) / Doctor of Science (ScD) in Aerospace Engineering | USD 59,750 per year |
MIT menjadi pilihan ideal bagi kamu yang ingin belajar aerospace engineering di lingkungan akademik paling kompetitif di dunia. Kampus ini cocok untuk mahasiswa yang punya rasa ingin tahu tinggi, tertarik pada riset teknologi, dan ingin berkontribusi pada inovasi di bidang penerbangan maupun eksplorasi luar angkasa.
2. Nanyang Technological University, Singapore (NTU Singapore)

Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2025 untuk Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering, NTU berada di peringkat #4 dunia. Program aerospace engineering ini berada di bawah School of Mechanical and Aerospace Engineering (MAE), yang telah berdiri sejak 1981. Salah satu keunggulan utama NTU adalah koneksi industrinya yang sangat luas.
School of Mechanical and Aerospace Engineering memiliki kemitraan dengan Rolls‑Royce, General Electric, Dyson, HP Inc., hingga Singapore Airlines. Kolaborasi ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam riset, proyek industri, hingga peluang karir setelah lulus.
Kalau kamu tertarik kuliah di bidang ini, berikut beberapa pilihan program aerospace engineering di NTU dan estimasi biaya kuliahnya di tahun 2026.
| Jurusan | Estimasi Biaya 2026 |
| Bachelor of Engineering in Aerospace Engineering | SGD 34,860 / year |
| Bachelor of Engineering in Aerospace Engineering with Second Major in Business | SGD 36,250 – 45,500 / year |
| Bachelor of Engineering in Aerospace Engineering with Second Major in Sustainability | SGD 36,250 – 45,500 / year |
| Master of Engineering (Research) – Mechanical and Aerospace Engineering | SGD 47,790 / year |
| Doctor of Philosophy – Mechanical and Aerospace Engineering | SGD 47,790 / year |
NTU Singapore bisa jadi pilihan ideal buat kamu yang ingin belajar aerospace engineering di kampus dengan reputasi global sekaligus koneksi industri kuat. Universitas ini cocok kalau kamu ingin berkarir internasional di industri aerospace dan belajar riset teknologi masa depan di lingkungan akademik inovatif.
3. Tsinghua University, China

Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2025 untuk Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering, Tsinghua berada di peringkat #7 dunia. Reputasi ini didukung oleh sejarah panjang pengembangan bidang penerbangan dan mekanika di kampus tersebut yang sudah dimulai sejak tahun 1930‑an. Department of Aeronautical Engineering didirikan pada tahun 1938. Saat ini, program tersebut berada di bawah School of Aerospace Engineering (SAE).
Di School of Aerospace Engineering Tsinghua University, kamu akan mempelajari berbagai bidang penting dalam teknologi penerbangan dan antariksa. Program Aerospace Engineering di kampus ini mencakup beberapa fokus seperti Engineering Mechanics, Aeronautical Engineering, Astronautical Engineering, serta Energy and Power Engineering.
Jika kamu tertarik mendalami bidang ini, berikut beberapa pilihan program aerospace engineering di Tsinghua University beserta estimasi biaya kuliahnya.
| Jurusan | Estimasi Biaya 2026 |
| Aerospace Engineering (Engineering Mechanics, Aeronautical & Astronautical Engineering, Energy and Power Engineering) | RMB 30,000 / year |
| Master of Science – Aeronautical and Astronautical Science and Technology | RMB 40,000 / year |
| PhD – Aeronautical and Astronautical Science and Technology | RMB 40,000 / year |
Tsinghua University menjadi pilihan menarik jika kamu ingin belajar aerospace engineering di universitas riset kelas dunia dengan sejarah panjang di bidang teknik. Kampus ini cocok untuk kamu yang tertarik pada riset, teknologi aeronautika dan astronautika secara komprehensif.
4. Technical University of Munich (TUM), Jerman

Technical University of Munich (TUM) merah peringkat =25 QS World University Rankings by Subject 2025: Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering. Universitas tersebut merupakan salah satu universitas teknik terkuat di Eropa dengan reputasi global dalam riset, pengajaran, dan inovasi. Program aerospace engineering di universitas ini berada di bawah Department of Aerospace and Geodesy.
Keunggulan kuliah aerospace di TUM adalah lokasinya di Munich, salah satu kota teknologi paling inovatif di Eropa. Kamu berkesempatan terhubung langsung dengan industri, terlibat proyek riset, serta mengembangkan inovasi teknologi aerospace bersama para peneliti dan engineer.
Jika kamu tertarik kuliah di bidang ini, berikut beberapa pilihan program aerospace engineering di TUM dan estimasi biaya kuliahnya.
| Jurusan | Estimasi Biaya 2026 |
| Bachelor of Science (B.Sc.) – Aerospace | €2,000 – €3,000 per year + €97 student fees |
| Master of Science (M.Sc.) – Aerospace | €4,000 – €6,000 per year + €97 student fees |
Technical University of Munich sangat cocok untuk kamu yang ingin belajar aerospace engineering di universitas riset kelas dunia. Kampus ini ideal bagi mahasiswa yang tertarik pada inovasi, ingin terlibat dalam proyek teknologi nyata, dan ingin membangun karier global di bidang engineering.
5. Technical University of Denmark (DTU), Denmark

Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2025 untuk Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering, DTU berada di peringkat #32 dunia. Universitas ini juga dikenal sebagai salah satu pusat riset penting dalam teknologi antariksa. Kontribusi universitas di bidang terkait adalah terlibat dalam proyek pengembangan instrumen satelit, pemantauan iklim global, hingga penelitian deep‑space.
Kurikulum di DTU dirancang agar mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung melalui proyek teknik nyata yang relevan dengan kebutuhan industri modern. Lulusan DTU sangat dicari oleh berbagai lembaga teknologi besar seperti European Space Agency (ESA), NASA, serta perusahaan teknologi tinggi di Eropa.
Jika kamu tertarik kuliah di bidang ini, berikut beberapa pilihan program dan estimasi biaya kuliah di DTU tahun 2026.
| Jurusan | Estimasi Biaya 2026 |
| Bachelor of Science (BSc) in Earth and Space Physics and Engineering | €15,000 per year |
| Master of Science (MSc) in Earth and Space Physics and Engineering | €30,000 / 2 years |
Technical University of Denmark sangat cocok untuk kamu yang ingin mendalami teknologi aerospace dengan pendekatan riset dan praktik industri. Kampus ini ideal bagi mahasiswa yang tertarik pada teknologi satelit, eksplorasi ruang angkasa, serta pengembangan sistem teknik canggih yang berdampak global.

6. The University of New South Wales (UNSW Sydney), Australia

University of New South Wales (UNSW) di Australia dikenal sebagai salah satu universitas top dunia dengan reputasi kuat di bidang teknik. Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2025 untuk Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering, UNSW berada di peringkat #46 dunia. Pencapaian ini menunjukkan bahwa kualitas pengajaran, penelitian, dan fasilitas di UNSW sangat kompetitif.
Kamu akan belajar di lingkungan akademik kelas dunia yang menggabungkan passion, perspektif global, dan pendekatan hands-on dalam mengembangkan solusi teknologi masa depan. UNSW juga memiliki Australian Centre for Space Engineering Research (ACSER) yang berperan sebagai pemimpin nasional dalam penelitian rekayasa antariksa di Australia.
Kalau kamu tertarik kuliah di bidang ini, simak beberapa pilihan program dan estimasi biaya kuliah di UNSW tahun 2026 berikut.
| Jurusan | Estimasi Biaya 2026 |
| Bachelor of Engineering (Honours) (Aerospace Engineering) | $265,500 |
| Master of Space Engineering (Canberra) | $51,500 |
| Master of Engineering Science (Space Systems Engineering) | $127,000 |
| Doctor of Philosophy (PhD) – Aerospace Engineering | AUD $37,180 |
UNSW bisa jadi pilihan tepat kalau kamu ingin kuliah aerospace engineering di universitas dengan fasilitas riset kuat dan koneksi industri luas di Australia. Kampus ini cocok untuk kamu yang ingin belajar teknologi penerbangan dan luar angkasa, suka belajar lewat praktik dan riset, serta ingin terlibat dalam pengembangan teknologi space engineering.
7. The University of Sydney, Australia

Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2025 Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering, universitas ini berada di peringkat #52 dunia. Reputasi akademiknya didukung oleh kualitas riset dan fasilitas modern, termasuk investasi lebih dari A$200 juta untuk pengembangan engineering and technology precinct baru. Investasi tersebut mendukung pembelajaran dan penelitian mahasiswa di bidang teknik, termasuk aerospace engineering.
Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah Master of Professional Engineering (Aerospace Engineering). Program ini memberikan kualifikasi teknik terakreditasi sekaligus spesialisasi di bidang aerospace. Selama kuliah, kamu akan mempelajari berbagai aspek penting seperti desain kendaraan terbang, aerodinamika, propulsion systems, structural design, materials, avionics, hingga stability and control systems.
Berikut beberapa program terkait aerospace engineering dan estimasi biaya kuliah di tahun 2026.
| Jurusan | Estimasi Biaya 2026 |
| Master of Professional Engineering (Aerospace Engineering) | A$57,900 |
| Doctor of Philosophy (Engineering) | A$58,400 |
The University of Sydney bisa menjadi pilihan tepat jika kamu ingin menempuh pendidikan aerospace engineering. Kamu akan belajar dengan pendekatan akademik yang kuat sekaligus koneksi industri luas. Kampus ini cocok untuk kamu yang ingin menjadi profesional engineer di industri aerospace global atau ingin membangun karier di bidang teknik dengan pengakuan internasional.
8. The University of Melbourne, Australia

Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2025 untuk Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering, universitas ini berada di peringkat =59 dunia. Times Higher Education World University Rankings 2026 juga memberikan peringkat #19 dunia dan juga menempati posisi #8 untuk graduate employability secara global. Kamu bisa mengambil program Master of Mechanical Engineering dengan spesialisasi Aerospace selama masa studi.
Selama kuliah, kamu akan mempelajari berbagai konsep penting dalam rekayasa mesin dan sistem teknologi modern. Beberapa diantaranya adalah mechanical design, thermodynamics, hingga fluid mechanics. Ilmu-ilmu tersebut menjadi landasan penting dalam pengembangan teknologi penerbangan dan kendaraan antariksa. Setelah memulai perkuliahan, kamu juga bisa memilih spesialisasi seperti Aerospace, Business, Manufacturing, atau Materials sesuai dengan minat karier.
Program ini dirancang sesuai kebutuhan industri sehingga kamu berkesempatan mengikuti internship serta innovation challenges bersama mentor profesional. Dengan kualifikasi yang diakui secara internasional dan akreditasi ganda dalam bidang engineering, lulusan program bisa berkarier di industri global. Estimasi biaya kuliah Master of Mechanical Engineering di universitas ini untuk tahun 2026 adalah sekitar AUD $62,976 untuk tahun pertama.
9. University of Nottingham, Inggris

Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2025 untuk Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering, universitas ini berada di peringkat #63 dunia. Di jurusan Aerospace Engineering University of Nottingham, kamu akan belajar berbagai teknologi dan tools modern untuk desain dan manufaktur pesawat. Materi yang dipelajari mencakup aerodynamics, avionics, flight mechanics, hingga human factors dalam sistem penerbangan modern.
Lingkungan belajarnya juga dirancang sangat praktis sehingga kamu bisa benar‑benar memahami bagaimana teknologi aerospace diterapkan di dunia nyata. Jika kamu tertarik kuliah di bidang ini, simak beberapa pilihan jurusan aerospace engineering dan estimasi biaya kuliahnya di tahun 2026 berikut.
| Jurusan | Estimasi Biaya 2026 |
| Aerospace Engineering BEng (Hons) | £33,000 per year |
| Aerospace Engineering MEng (Hons) | £33,000 per year |
University of Nottingham cocok buat kamu yang ingin belajar aerospace engineering dengan pendekatan aplikatif sekaligus berbasis riset. Kampus ini dikenal menghasilkan lulusan aerospace engineer yang banyak dicari oleh industri penerbangan maupun sektor teknologi lainnya.
10. Monash University, Australia

Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2025 untuk Mechanical, Aeronautical & Manufacturing Engineering, Monash berada di peringkat #80 dunia. Di jurusan Aerospace Engineering Monash University, kamu akan belajar langsung dari para ahli terkemuka yang meneliti berbagai aspek penting dalam industri aerospace.
Program aerospace memberikan kesempatan belajar yang sangat praktis melalui berbagai kegiatan proyek dan komunitas mahasiswa. Salah satunya adalah tim Monash High Powered Rocketry. Kamu bisa mendapatkan pengalaman langsung merancang dan menguji roket, mengikuti kompetisi internasional, sekaligus membangun koneksi dengan industri sebelum lulus.
Jika kamu tertarik kuliah di bidang ini, simak beberapa pilihan program dan estimasi biaya kuliah di Monash University tahun 2026 berikut.
| Jurusan | Estimasi Biaya 2026 |
| Bachelor of Engineering (Honours) – Aerospace Engineering | AUD 59,600 |
| PhD Mechanical and Aerospace Engineering | AUD 59,600 |
Monash University bisa menjadi pilihan tepat jika kamu ingin belajar aerospace engineering dengan kombinasi kuat antara teori, praktik, dan koneksi industri. Program engineering di kampus ini juga telah terakreditasi oleh Engineers Australia sehingga kualitas pendidikannya diakui secara profesional. 93.3% lulusan Monash berhasil mendapatkan pekerjaan full-time dalam waktu empat bulan setelah lulus.
Baca Juga: Mengenal Jurusan Aerospace Engineering University of Bristol
Daftar Jurusan yang Jarang Peminat, Peluang Kerja Masih Besar Loh!
Sekarang, kamu sudah mendapatkan beberapa rekomendasi universitas dengan jurusan aerospace engineering. Semua universitas tersebut memiliki reputasi global, fasilitas riset canggih, serta koneksi industri kuat dalam pengembangan teknologi penerbangan dan antariksa. Program jurusan aerospace engineering di berbagai universitas ini juga sama‑sama dirancang untuk menggabungkan teori teknik dengan pengalaman praktik melalui proyek, riset, hingga kolaborasi industri.
Mau kuliah engineering di luar negeri tapi bingung harus pilih kampus yang mana? Kamu bisa konsultasi gratis bersama ICAN Education hari ini juga! Tim konselor ICAN siap membantu kamu memilih universitas, menjelaskan syarat masuk, proses pendaftaran, hingga informasi intake kuliah. Kamu juga bisa mendapatkan panduan lengkap tentang cara mempersiapkan dokumen. Yuk, hubungi ICAN Education dari sekarang supaya rencana kuliahmu jadi lebih mudah!



