Pernah nggak sih kamu bingung saat harus menuliskan gelar di belakang nama, takut salah format atau kepanjangan yang kurang tepat? Kebingungan seperti ini wajar banget, apalagi kalau kamu baru lulus atau sedang menyiapkan CV dan dokumen penting. Padahal, penulisan gelar sarjana yang benar itu penting, terutama di Indonesia maupun luar negeri. Penulisan gelar yang tepat membuat kamu terlihat profesional dan nggak salah kaprah dalam konteks akademik maupun dunia kerja.
Selain itu, tiap negara punya aturan dan kebiasaan berbeda dalam menuliskan gelar akademik. Gelar sarjana di luar negeri sering menggunakan istilah atau singkatan berbahasa Inggris. Kalau kamu nggak paham perbedaannya, bisa saja format yang kamu pakai jadi kurang tepat atau bahkan membingungkan recruiter dan institusi pendidikan. Tenang aja, di artikel ini kamu akan mendapatkan panduan cara menulis gelar akademik dengan benar, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Topik Pembahasan
Penulisan Gelar Akademik Luar Negeri dan Indonesia yang Tepat
Di Indonesia, penulisan gelar akademik mengikuti kaidah EYD V. Jadi, gelar ditulis sebagai singkatan dengan huruf kapital yang dipisahkan tanda titik, diletakkan setelah nama dan dipisahkan tanda koma.
Untuk jenjang S1 menggunakan awalan “S.”, S2 menggunakan “M.”, dan S3 doktor ditulis di depan nama sebagai “Dr.” Untuk gelar di luar negeri, umumnya gelar ditulis tanpa mengikuti aturan tanda titik seperti EYD dan menggunakan istilah bahasa Inggris, seperti B.A., M.Sc., atau Ph.D., yang juga diletakkan setelah nama, meski beberapa institusi tidak selalu mewajibkan tanda titik di setiap huruf.
Kalau kamu punya dua gelar atau lebih, baik di Indonesia maupun luar negeri, semuanya tetap dipisahkan dengan tanda koma agar terlihat rapi dan profesional. Biar makin paham, yuk, simak panduannya lebih detail lewat tabel ringkas di bawah ini!
| Jenjang | Indonesia (EYD V) | Luar Negeri (Umum) | Contoh |
| S1 (Sarjana/Bachelor) | S. (Sarjana) | B. (Bachelor) | Rina Putri, S.E. atauRina Putri, B.A. |
| S2 (Magister/Master) | M. (Magister) | M. (Master) | Andi Saputra, M.T.atauAndi Saputra, M.Sc. |
| S3 (Doktor/Doctoral) | Dr. (Doktor) | Ph.D.Ed.D. | Dr. Budi Santosoatau Budi Santoso, Ph.D. |
| Dua Gelar atau Lebih | S.Pd., M.Pd. | B.A., M.Ed. | Sinta Maharani, S.Pd., M.Pd.atauSinta Maharani, B.A., M.Ed. |
Memahami perbedaan format ini penting banget, apalagi kalau kamu sedang menyiapkan CV internasional, karya ilmiah, atau profil profesional di website. Dengan tahu aturan yang tepat dari jenjang S1, S2, S3, sampai penulisan dua gelar atau lebih, kamu bisa tampil lebih kredibel dan nggak salah format.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menulis Nama dan Gelar
Menulis nama dan gelar ternyata nggak boleh sembarangan, apalagi kalau kamu sedang menyusun skripsi, tesis, jurnal, atau dokumen resmi lainnya. Kesalahan kecil seperti lupa tanda titik atau salah menempatkan gelar bisa bikin tulisanmu terlihat kurang profesional. Baik penulisan gelar di Indonesia maupun di luar negeri, semuanya punya aturan yang perlu kamu pahami supaya nggak keliru saat mencantumkannya.
Setiap negara memiliki pedoman tersendiri yang mengatur tata cara penulisan gelar akademik. Di Indonesia, aturan ini mengacu pada kaidah EYD yang mengatur penggunaan huruf kapital, tanda titik, dan tanda koma dalam penulisan gelar. Sementara itu, di luar negeri formatnya bisa berbeda, terutama dalam penggunaan istilah bahasa Inggris dan penempatan gelar. Yuk, simak masing-masing penjelasannya supaya kamu makin paham dan nggak salah tulis.
S1 (Sarjana/ Bachelor)
Pada jenjang S1, penulisan gelar di Indonesia biasanya menggunakan awalan “S.” yang diikuti singkatan bidang ilmu dan diletakkan setelah nama dengan tanda koma. Setiap huruf pada singkatan dipisahkan tanda titik sesuai aturan EYD seperti contoh:
S.E., S.H., atau S.T.,
Sementara itu, untuk gelar Bachelor di luar negeri, format yang digunakan adalah singkatan bahasa Inggris seperti B.A., B.Sc., atau B.Eng. Gelar ini juga ditulis setelah nama, meskipun beberapa institusi internasional kadang tidak selalu menggunakan tanda titik, contohnya: Rina Putri, S.E. dan Rina Putri, B.A.
S2 (Magister/Master)
Pada jenjang S2, gelar magister di Indonesia ditulis dengan awalan “M.” yang diikuti bidang keilmuan dan ditempatkan setelah nama. Penulisannya tetap memakai tanda titik di setiap singkatan dan dipisahkan tanda koma dari nama, contohnya: Andi Saputra, M.T.
Di luar negeri, gelar Master menggunakan istilah seperti M.A., M.Sc., atau M.B.A. yang juga diletakkan setelah nama. Perbedaannya terletak pada istilah dan kadang pada konsistensi penggunaan tanda titik tergantung kebijakan kampus, contohnya: dan Andi Saputra, M.Sc.
S3 (Doktor/Doctoral)
Untuk jenjang S3 di Indonesia, gelar doktor ditulis di depan nama dengan format “Dr.” menggunakan huruf D kapital dan diakhiri tanda titik. Penempatan ini berbeda dengan S1 dan S2 yang ditulis di belakang nama, seperti contoh: Dr. Budi Santoso
Di luar negeri, gelar doctoral seperti Ph.D. atau Ed.D. umumnya ditulis setelah nama. Format ini sering digunakan dalam publikasi internasional dan profil akademik global, contohnya: Budi Santoso, Ph.D.
Penulisan Dua Gelar atau Lebih
Kalau seseorang memiliki dua gelar atau lebih, baik di Indonesia maupun luar negeri, semuanya ditulis setelah nama dan dipisahkan dengan tanda koma. Aturan ini penting supaya penulisan tetap rapi dan mudah dibaca. Supaya nggak bingung, kamu bisa simak contoh berikut ini.
Di Indonesia, contohnya seperti Sinta Maharani, S.Pd., M.Pd. sedangkan dalam format internasional bisa menjadi Sinta Maharani, B.A., M.Ed. Konsistensi tanda baca dan urutan jenjang juga perlu diperhatikan agar terlihat profesional.
Memahami aturan-aturan ini punya banyak manfaat, baik di dunia akademik maupun dunia kerja. Kamu jadi lebih percaya diri saat menulis karya ilmiah, membuat CV, atau mencantumkan gelar di email profesional. Penulisan yang tepat juga menunjukkan ketelitian dan menghargai standar akademik yang berlaku. Jadi, jangan anggap remeh detail kecil ini karena dampaknya bisa besar untuk citra profesional.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud Master Degree
Perbedaan Associate Degree dan Bachelor Degree
Memahami perbedaan format dan aturan penulisan gelar di Indonesia maupun luar negeri bikin kamu lebih siap menghadapi dunia akademik dan profesional. Mulai dari S1, S2, sampai S3, setiap jenjang punya tata cara penempatan dan penulisan yang berbeda, termasuk saat kamu memiliki dua gelar atau lebih. Dengan mengetahui penulisan gelar sarjana yang benar, kamu bisa tampil lebih kredibel, rapi, dan profesional di CV, karya ilmiah, maupun profil digital.
Masih punya rencana lanjut kuliah di universitas terbaik, baik di dalam maupun luar negeri, kamu bisa konsultasi gratis bareng ICAN Education. Kamu bakal dibantu pilih jurusan, pahami sistem gelar di kampus tujuan, sampai tahu alur dan cara daftarnya tanpa ribet. Yuk, kejar peluang akademikmu dan wujudkan rencana kuliah impianmu dengan konsultasi bareng ICAN Education dari sekarang!



