TOEFL atau IELTS sering menjadi pertanyaan pertama bagi calon mahasiswa yang berencana kuliah ke luar negeri. Keduanya sama-sama merupakan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang diakui oleh banyak universitas dan institusi internasional. Meski memiliki tujuan yang serupa, format ujian, durasi, hingga negara yang lebih banyak menerima masing-masing tes ternyata berbeda.
TOEFL iBT dilaksanakan secara berbasis komputer dengan penggunaan aksen Amerika dan memiliki durasi sekitar 3 jam. Sementara itu, IELTS tersedia dalam pilihan berbasis kertas maupun komputer, menggunakan berbagai aksen bahasa Inggris dari beberapa negara, serta berdurasi sekitar 2 jam 45 menit. Secara umum, TOEFL lebih sering dipilih untuk mendaftar ke universitas di Amerika Serikat dan Kanada, sedangkan IELTS menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di Inggris, Australia, atau mengurus keperluan migrasi.
Topik Pembahasan
Tentang TOEFL
TOEFL menjadi salah satu sertifikat bahasa Inggris yang paling sering diminta oleh universitas di berbagai negara. Saat membandingkan TOEFL atau IELTS, penting untuk memahami bahwa TOEFL iBT dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam lingkungan akademik. Tes ini dikembangkan oleh Educational Testing Service (ETS) dan telah diakui oleh lebih dari 13.000 institusi di lebih dari 160 negara.
Hasil TOEFL banyak digunakan sebagai syarat masuk program sarjana, magister, hingga doktor, terutama di Amerika Serikat dan Kanada. Selain perguruan tinggi, sejumlah lembaga pemerintah, organisasi internasional, dan perusahaan global juga menerima sertifikat ini sebagai bukti kemampuan berbahasa Inggris. Karena berfokus pada situasi akademik, materi ujiannya dibuat menyerupai aktivitas yang akan kamu temui selama kuliah.
Apa Saja Materi yang Diujikan dalam TOEFL?
TOEFL iBT menguji empat keterampilan utama bahasa Inggris yang saling terhubung. Saat memilih antara TOEFL atau IELTS, memahami bagian-bagian tes ini akan membantumu menentukan ujian yang paling sesuai dengan kebutuhan.
- Reading — Mengukur kemampuan memahami bacaan akademik, menemukan ide pokok, menganalisis informasi, dan memahami kosakata dalam konteks.
- Listening — Menguji kemampuan memahami percakapan serta materi perkuliahan dalam bahasa Inggris.
- Speaking — Menilai kemampuan menyampaikan pendapat, menjelaskan informasi, serta berbicara dengan jelas dan terstruktur.
- Writing — Mengukur kemampuan menulis esai atau jawaban akademik menggunakan tata bahasa dan argumen yang baik.
Sistem Penilaian TOEFL
Setiap bagian TOEFL memiliki skor tersendiri sehingga kemampuan peserta dapat dinilai secara menyeluruh. Banyak universitas menetapkan skor minimum sekitar 80–100, sedangkan program yang lebih kompetitif sering meminta skor di atas 100.
| Komponen Tes | Rentang Skor |
| Reading | 0–30 |
| Listening | 0–30 |
| Speaking | 0–30 |
| Writing | 0–30 |
| Total Skor | 0–120 |
Mulai 21 Januari 2026, ETS juga memperkenalkan sistem penilaian baru dengan skala 1–6 yang diselaraskan dengan CEFR. Selama masa transisi, peserta tetap menerima skor 0–120 sekaligus skor baru agar hasil tes lebih mudah dipahami oleh universitas maupun institusi internasional.
Mengapa Memilih TOEFL ?
Bukan tanpa alasan TOEFL tetap menjadi salah satu tes bahasa Inggris paling populer di dunia. Sertifikat ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan akademik maupun profesional sehingga memberikan nilai tambah saat merencanakan studi atau karier internasional.
- Mendaftar program sarjana, magister, maupun doktor di luar negeri.
- Mengajukan beasiswa internasional.
- Mengikuti program pertukaran pelajar (student exchange).
- Memenuhi persyaratan imigrasi atau lisensi profesi tertentu.
- Membuktikan kemampuan bahasa Inggris kepada universitas dan perusahaan multinasional.
Karena materi ujiannya berfokus pada aktivitas perkuliahan, TOEFL menjadi tolok ukur yang dipercaya untuk menilai kesiapan mahasiswa internasional. Memahami karakteristik tes ini juga akan memudahkan kamu menentukan pilihan antara TOEFL atau IELTS sesuai negara tujuan dan rencana studi yang ingin dicapai.
Baca juga : Cara Mudah Belajar dan Memahami Structure TOEFL
Tentang IELTS
IELTS menjadi salah satu tes kemampuan bahasa Inggris yang paling banyak dipilih oleh calon mahasiswa dan profesional di berbagai negara. Saat mencari jawaban tentang mending IELTS atau TOEFL, memahami karakteristik IELTS bisa membantu kamu menentukan pilihan yang sesuai dengan tujuan. Tes ini dikelola oleh British Council, IDP IELTS, serta Cambridge University Press & Assessment, dan telah diakui oleh lebih dari 12.500 institusi di lebih dari 140 negara.
Menariknya, IELTS hadir dalam dua versi, yaitu IELTS Academic dan IELTS General Training. IELTS Academic ditujukan bagi yang ingin melanjutkan studi atau memperoleh registrasi profesi, sedangkan General Training lebih banyak digunakan untuk kebutuhan kerja maupun migrasi. Peserta juga bebas memilih mengikuti ujian berbasis komputer atau kertas sesuai ketersediaan di pusat tes resmi.
Apa Saja Materi yang Diujikan dalam IELTS?
IELTS mengukur empat kemampuan utama bahasa Inggris yang dibutuhkan dalam dunia akademik maupun profesional. Saat membandingkan mending IELTS atau TOEFL, bagian-bagian berikut menjadi salah satu pembeda yang perlu dipahami.
- Listening — Menguji kemampuan memahami percakapan dan monolog dengan berbagai aksen, seperti British, Australian, New Zealand, hingga North American.
- Reading — Menilai kemampuan memahami teks akademik, menemukan informasi penting, mengenali ide utama, dan menarik kesimpulan.
- Writing — Terdiri dari dua tugas, yaitu mendeskripsikan grafik atau diagram serta menulis esai argumentatif berdasarkan topik tertentu.
- Speaking — Dilakukan melalui wawancara langsung dengan penguji, meliputi sesi perkenalan, presentasi singkat, dan diskusi lanjutan.
Sistem Penilaian IELTS dan Arti Band Score
Berbeda dari TOEFL yang menggunakan skor hingga 120, IELTS menerapkan sistem Band Score dengan rentang 0 hingga 9. Setiap keterampilan dinilai secara terpisah, kemudian dirata-ratakan untuk menghasilkan Overall Band Score.
| Komponen Tes | Rentang Skor |
| Listening | Band 0–9 |
| Reading | Band 0–9 |
| Writing | Band 0–9 |
| Speaking | Band 0–9 |
| Overall Band Score | Band 0–9 |
Setelah seluruh skor dihitung, hasil akhirnya dibulatkan ke band terdekat sesuai aturan resmi IELTS. Sebagai gambaran, sebagian besar universitas menetapkan syarat minimal Band 6.0–6.5. Program yang lebih kompetitif, seperti Hukum, Kedokteran, Pendidikan, dan Keperawatan, biasanya meminta Band 7.0 hingga 8.0 dengan nilai minimum pada setiap komponen.
Mengapa Memilih IELTS?
Pengakuan internasional menjadi salah satu alasan utama mengapa IELTS masih menjadi pilihan banyak orang. Saat mempertimbangkan mending IELTS atau TOEFL, sertifikat IELTS menawarkan fleksibilitas karena dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan akademik maupun profesional.
- Mendaftar program Foundation, Bachelor, Master, dan PhD di luar negeri.
- Mengajukan beasiswa internasional.
- Memenuhi persyaratan visa pelajar maupun migrasi.
- Mengurus registrasi profesi di bidang kesehatan, pendidikan, atau hukum.
- Mendukung proses rekrutmen di perusahaan multinasional.
Karena diterima secara luas oleh universitas, pemerintah, dan dunia kerja, IELTS menjadi bukti kemampuan bahasa Inggris yang diakui secara global. Sertifikat ini juga menunjukkan kesiapan menggunakan bahasa Inggris dalam situasi akademik maupun lingkungan profesional internasional.

Perbandingan TOEFL dan IELTS
Sebelum menentukan pilihan, memahami perbandingan kedua tes ini bisa membantu kamu menemukan yang paling sesuai dengan tujuan. Banyak calon mahasiswa masih bertanya-tanya, mending TOEFL atau IELTS untuk kuliah, beasiswa, atau kebutuhan lainnya. Padahal, masing-masing tes memiliki format, sistem penilaian, hingga pengakuan yang berbeda, sehingga penting untuk memilih berdasarkan negara tujuan dan kebutuhanmu. Berikut ini perbandingan antara TOEFL dan IELTS biar kamu bisa lebih paham:
| Aspek | TOEFL iBT | IELTS Academic |
| Penyelenggara | Educational Testing Service (ETS) | British Council, IDP IELTS, dan Cambridge University Press & Assessment |
| Tujuan Tes | Mengukur kemampuan bahasa Inggris akademik untuk studi di luar negeri, terutama di universitas yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. | Mengukur kemampuan bahasa Inggris untuk keperluan studi, pekerjaan, dan migrasi internasional. |
| Jenis Tes | TOEFL iBT (Internet-Based Test). | IELTS Academic dan IELTS General Training. Untuk kuliah umumnya menggunakan IELTS Academic. |
| Komponen Tes | Reading, Listening, Speaking, Writing. | Listening, Reading, Writing, Speaking. |
| Format Speaking | Berbicara melalui mikrofon dan direkam, kemudian dinilai oleh penilai ETS. | Wawancara langsung (face-to-face) dengan penguji bersertifikat IELTS. |
| Format Listening | Mendengarkan percakapan dan kuliah akademik melalui komputer. | Mendengarkan percakapan sehari-hari hingga situasi akademik dengan berbagai aksen bahasa Inggris. |
| Format Reading | Fokus pada teks akademik yang umumnya berasal dari buku atau jurnal universitas. | Reading Academic menggunakan artikel, jurnal, buku, majalah, dan sumber akademik lainnya. |
| Format Writing | Terdiri dari 2 tugas, yaitu Integrated Writing dan Academic Discussion Writing. | Terdiri dari 2 tugas, yaitu mendeskripsikan grafik/diagram (Task 1) dan menulis esai (Task 2). |
| Sistem Penilaian | Skor setiap bagian 0–30, dengan total skor keseluruhan 0–120. Mulai 2026 juga tersedia skor baru skala 1–6 yang selaras dengan CEFR. | Menggunakan Band Score 0–9 untuk setiap bagian dan Overall Band Score 0–9. |
| Durasi Tes | Sekitar 2 jam. | Sekitar 2 jam 45 menit. |
| Metode Pelaksanaan | Umumnya berbasis komputer (Computer-Based Test). | Tersedia pilihan Computer-delivered maupun Paper-based, sedangkan Speaking tetap dilakukan bersama penguji. |
| Aksen Bahasa Inggris | Didominasi aksen Amerika Utara, namun juga dapat mencakup aksen internasional lainnya. | Menggunakan berbagai aksen, seperti British, Australian, New Zealand, dan North American. |
| Hasil Tes Berlaku | Berlaku selama 2 tahun. | Berlaku selama 2 tahun. |
| Penerimaan Universitas | Diterima oleh lebih dari 13.000 institusi di lebih dari 160 negara. | Diterima oleh lebih dari 12.500 organisasi di lebih dari 140 negara. |
| Cocok Untuk | Mahasiswa yang ingin kuliah di universitas yang banyak menerima TOEFL, terutama di Amerika Serikat dan Kanada. | Mahasiswa yang ingin kuliah di Inggris, Australia, Selandia Baru, Kanada, serta negara lain yang menggunakan IELTS sebagai standar utama. |
| Kelebihan | Seluruh tes dilakukan melalui komputer sehingga prosesnya lebih konsisten dan efisien. | Speaking dilakukan secara langsung dengan penguji sehingga lebih menyerupai percakapan nyata dan dinilai lebih natural oleh banyak peserta. |
Setelah melihat perbandingan keduanya, tidak ada jawaban mutlak mengenai lebih gampang TOEFL atau IELTS karena setiap tes memiliki karakteristik yang berbeda. TOEFL lebih menekankan penggunaan bahasa Inggris akademik dengan format berbasis komputer, sedangkan IELTS menghadirkan variasi aksen dan sesi Speaking secara langsung bersama penguji. Pilihan terbaik tetap bergantung pada tujuan studi, negara yang dituju, serta kenyamanan saat mengerjakan masing-masing format tes.
Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada jawaban pasti mengenai mana yang lebih baik antara TOEFL atau IELTS karena keduanya sama-sama diakui secara internasional dan memiliki fungsi yang hampir sama. Pilihan terbaik bergantung pada tujuan, negara tujuan studi, serta kenyamanan masing-masing peserta saat mengikuti tes. Banyak universitas di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, hingga negara lain menerima kedua sertifikat tersebut selama memenuhi skor minimum yang telah ditentukan.
Setiap tes memiliki karakteristik yang berbeda. TOEFL lebih banyak menggunakan format berbasis komputer dengan materi yang berfokus pada konteks akademik dan penggunaan aksen Amerika. Di sisi lain, IELTS menawarkan pilihan ujian berbasis komputer maupun kertas, menggunakan berbagai aksen bahasa Inggris, serta memiliki sesi Speaking yang dilakukan secara langsung dengan penguji. Perbedaan ini membuat sebagian peserta merasa lebih nyaman dengan salah satu format dibandingkan yang lain.
Pada akhirnya, baik TOEFL maupun IELTS sama-sama dapat membuka peluang untuk kuliah, memperoleh beasiswa, hingga mengembangkan karier di tingkat internasional. Selama memilih tes yang sesuai dengan kebutuhan dan mempersiapkan diri secara maksimal, keduanya memiliki peluang yang sama untuk membantumu mencapai target akademik maupun profesional.
Baca Juga: Contoh Soal Writing IELTS yang Sering Muncul & Strategi Belajarnya
Memilih TOEFL atau IELTS sebaiknya disesuaikan dengan tujuan kuliah, karier, maupun negara yang ingin kamu tuju. Kedua tes sama-sama diakui secara internasional, sehingga yang paling penting adalah memahami format ujian dan mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris sejak dini. Semakin matang persiapannya, semakin besar peluangmu memperoleh skor yang sesuai dengan target.
Agar proses belajar lebih efektif, ICAN Learning Centre (ILC) menyediakan berbagai program bahasa Inggris yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu. Kamu dapat memilih kelas Online yang fleksibel, Offline yang lebih interaktif, maupun Kelas Khusus Perusahaan yang eksklusif.
Tersedia juga beragam program seperti IELTS, TOEFL iBT, TOEFL ITP, General English, Conversation English, TOEIC, SAT Preparation, hingga Corporate English. Seluruh kelas dirancang untuk membantu meningkatkan kemampuan grammar, vocabulary, speaking, listening, reading, dan writing sehingga kamu lebih siap menghadapi tes bahasa Inggris maupun kebutuhan akademik dan profesional di masa depan.


